Bareskrim Bongkar Penyelundupan 2,5 Ton Sabu dari Jaringan Timur Tengah

publicanews - berita politik & hukumKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap kasus penangkapan 2,5 ton sabu, Rabu (28/4). (Foto:FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Satgas Merah Putih membongkar penyelundupan 2,5 ton sabu dari jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia. Dari total 18 orang, 17 di antaranya warga negara Indonesia dan satu WN Nigeria.

"Kita berhasil mengungkap penyelundupan sabu jumlah besar hingga 2,5 ton. Salah satunya kami tindak tegas terukur (meninggal dunia)," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo dalam gelar kasus di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (28/4).

Dari 18 tersangka, tujuh orang berperan sebagai pengendali. Mereka adalah S, AAM, KNK, AW, HG, A, dan MI. Delapan orang kurir, yakni M, MN, FR, MD, B, UI, R, dan AMF. Dan tiga orang sebagai jaringan pemesan OL, AL, dan SL.

"Tersangka KNK, AW, HG, A, MI, dan AL merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan hukuman mati. Namun mereka masih bisa menjadi pengendali jaringan narkotika internasional," ujar Kapolri Sigit.

Ia menjelaskan operasi tersebut dilakukan pada 10 April dan 15 April 2021. Ada tiga lokasi yakni dua di Aceh dan satu di pertokoan kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta. Menurut Kapolri nilai temuannya bernilai besar.

"Total apabila diuangkan maka kurang lebih senilai Rp 1,2 triliun," kata Sigit.

Berdasarkan temuan tersebut, ia menyadari bahwa perkembangan perdagangan sabu sangat masif masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

"Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kani amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini," Sigit menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top