Bandar Sabu Menangis Saat Divonis Mati

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa Michael Kosasi yang menangis ketika hakim PN Palembang memvonis hukuman mati, Rabu (12/2). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Palembang - Bandar sabu asal Palembang Michael Kosasi tak bisa menahan tangisnya ketika hakim PN Palembang memvonis mati. Hakim menyatakan Michael terbukti mengedarkan 20 kg sabu serta 18.800 butir pil ekstasi.

"Perbuatan terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal 114 ayat (2) undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, maka menjatuhkan terhadap terdakwa dengan pidana mati," kata Hakim Ketua Erma Suharti membacakan amar putusan di PN Palembang, Rabu (12/2).

Vonis tersebut sesuai dengan tuntukan JPU Kejati Sumatera Selatan Imam Murtado yang meminta terdakwa Micahel dihukum mati. Dalam tuntutan jaksa juga meminta satu mobil Agya milik terdakwa dirampas untuk negara. Seluruh barang bukti narkoba dimusnahkan.

Menurut majelis hakim, terdakwa Michael memberikan keterangan yang dlberbelit-belit. Selain itu tindak kejahatannya dianggap sangat berat.

Ketika hakim membacakan vonis mati, seketika terdakwa menangis, lalu terduduk lemas. Ibu kandung terdakwa jatuh pingsan sehingga harus dibantu sekuriti.

Sementara pengacara dari Posbakum PN Palembang Desmon menyatakan banding. Ia menilai vonis hakim tidak sesuai.

"Klien kami hanya seorang kurir yang diupah Rp1 juta, sementara pemilik sabu-sabu itu belum sampai hari ini belum ditangkap, tapi hakim mengabaikan fakta itu," ujar Desmon seusai sidang.

Michael Kosasih alias Miki (26) ditangkap petugas BNNP Sumsel saat melakukan transaksi narkotika dalam jumlah besar di Simpang Bandara, 26 Agustus 2019.

Polisi menemukan tas koper berisi 20 bungkus plastik sabu masing-masingnya satu kg dan sebungkus kantong kertas besar berisi pil ekstasi total 18.800 butir di kursi belakang mobil. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top