Obat GHB yang Digunakan Reynhard Sinaga Jenis Baru Narkoba

publicanews - berita politik & hukumReynhard Sinaga (Foto: The Guardian)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Rehabilitasi BNN Baddika Makassar Iman Firmasnyah menyebut obat bius yang digunakan Reynhard Sinaga untuk para korbannya adalah narkoba jenis baru.

Obat bius GHB (gamma-hydroxybutyrate) memiliki efek yang membahayakan, mulai dari kecanduan, amnesia, halusinasi, bahkan koma.

"Kalau GHB itu biasa dipakai untuk pesta-pesta, cari efek euforianya, itu termasuk narkoba jenis baru," ujar Iman kepada wartawan, Rabu (8/1).

GHB, kata Iman, termasuk salah satu obat bius yang dilegalkan di Inggris. Obat tersebut dijual di seluruh toko obat sehingga masyarakat mudah mendapatkannya. Obat tersebut kerap ditemukan di tempat-tempat hiburan malam.

Meski begitu, aturan pemakaiannya harus dalam pengawasan yang sangat ketat. Namun oleh mahasiswa asal Indonesia itu justru disalahgunakan.

"Dia (Reynhard) menggunakannya untuk melumpuhkan korban dan memperkosanya," ujarnya.

Di Inggris, GHB juga biasa digunakan dalam pesta-pesta untuk membangun kesenangan. Dalam dosis yang berlebihan, obat tersebut dapat menjadi racun. Efeknya timbul gejala overdosis dan kecanduan.

"Tak heran GHB disebut kelas club drugs (obat-obatan club), untuk pesta-pesta. Itu juga rape drugs (obat untuk memperkosa), karena efeknya membahayakan," Iman menuturkan.

Iman menjelaskan, setelah pengguna meminum GHB maka kesadarannya akan hilang. "Bisa juga langsung amnesia jadi lupa," ia menambahkan.

GHB tidak berwarna dan tidak berbau. Apabilan terlarut air maka zatnya sulit terdeteksi. Iman mengira para korbannya tidak sadar apa yang telah mereka minum.

Sejauh ini, kata Iman, BNN belum mendapat laporan keberadaan GHB di Indonesia. "Tapi, secara kita lihat, kita belum ada kasus aduan masalah ini ke kami." katanya.

Meski tergolong narkotika jenis baru, BNN tidak bisa maksimal menindak karena obat tersebut belum terdaftar dalam lampiran UU BNN Nomor 35 Tahun 2009. Namun BNN memakai Undang Undang Kesehatan tentang zat berbahaya untuk melakukan pencegahan.

"Sampai saat ini, pencegahannya kita punya undang-undang kesehatan, itu yang bisa kita pegang," Iman menambahkan.

Sebagaimana diketahui Reynhard Sinaga (36) warga negara Indonesia (WNI) di Manchester, Inggris, divonis hukuman seumur hidup untuk 159 kasus pemerkosaan terhadap 48 pria. Pria asal Jambi itu menggunakan GHB yang dicampurkan di air minum untuk memperdaya korban. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top