Polisi Tangkap Jaringan Penyelundup 68 Kg Sabu di Tiga Lokasi

publicanews - berita politik & hukumGelar kasus penangkapan jaringan sabu Jakarta-Lampung-Batam di Polda Metro Jaya, Kamis (31/10). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi membongkar penyundupan 68 kg sabu jaringan Batam-Lampung-Jakarta dengan 15 tersangka. Mereka diamankan pada waktu dan lokasi berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kasus ini terbongkar dari informasi masyarakat pada September 2019 lalu. Polisi awalnya mengamankan YA di Beji, Depok, Jawa Barat, 19 September 2019.

"Kita mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 5 kg," kata Argo dalam gelar kasus di kantornya, Kamis (31/10).

Dari YA, petugas bergerak ke sebuah SPBU di kawasan Cibinong, Bogor, dan menangkap tMS dengan 3 kg sabu. Dari keterangan MS ada sebuah gudang di kawasan Sentul dengan barang bukti 29 kg sabu.

"Total semuanya (di Bogor, Sentul, dan Depok) barang bukti yang kita amankan adalah 37 kilogram dari 3 lokasi itu," ujarnya.

Setelah YA dan MS, petugas mengejar tersangka lain hingga ke Batam, Pekanbaru, dan Lampung pada Senin (21/10) lalu. Di Lampung polisi menangkap MS, MH, MD, RS, dan RR dengan barang bukti 2,6 kg sabu.

Mereka menyembunyikan barang haram tersebut di dalam sepatu untuk mengelabui petugas. Dari Lampung tim bergeser ke Batam menangkap tersangka EM dan MD beserta 23,45 kg sabu yang dimasukan ke dalam pembungkus helm di bagasi motor.

Masih di lokasi sama, kata Argo, petugas menangkap TM dan ZZ. "Tersangka TM yang membantu pengiriman sabu ke Jakarta. Sementara itu, tersangka ZZ ditangkap di pintu keluar Bandara Hang Nadim Kota Batam," ia menjelaskan.

Selanjutnya, Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bergerak ke Pekanbaru mengejar tersangka JA, AA, dan RR dengan barang bukti 5 kg sabu yang akan dikirim ke Jakarta.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112, Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukum 20 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top