DPN Repdem

Warga ISIS Eks WNI Bukan Tanggung Jawab NKRI

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
Oleh: Leni Rodiah

SUDAH menjadi sebuah kewajaran jika menjadi warga negara berarti memikul tanggung jawab untuk membela negara dengan segenap jiwa dan raga. Dalam teks proklamasi yang dibacakan oleh Sukarno-Hatta di Jakarta pada Tanggal 17 Agustus 1945 secara tegas menyatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia, bangsa majemuk yang satu meski terdiri dari berbagai keberagaman suku, agama dan budaya.

Maka dengan demikian, mereka yang telah melecehkan NKRI dengan berbagai aksi yang dilakukan secara sadar seperti pembakaran identitas diri, menyatakan diri bukan lagi warga negara NKRI serta memaki-maki NKRI di muka umum adalah bukan lagi bagian dari republik ini. Bahkan bukan hanya dilakukan secara personal, mereka juga aktif mempengaruhi dan mengajak masyarakat untuk memusuhi NKRI dan bergabung bersama ISIS.

Dengan demikian mereka sudah mutlak masuk dalam kategori pengkhianat bangsa. Bagi kami ini bukan lagi bicara tentang kemanusiaan atau kesempatan untuk ber-ishlah dan kembali menjadi WNI. Namun tentang komitmen dan loyalitas terhadap negara dan konsistensi menjalankan janji kepada para leluhur serta bukti dari pada keberimanan pada Tuhan YME dengan dasar konsep 'Hubbul wathan minal iman' atau membela tanah air adalah bagian dari pada iman.

Dalam Undang- undang Dasar Tahun 1945 pasal 27 ayat (3) sudah sangat jelas disebutkan bahwa 'Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan njegara.' Ditegaskan kembali dalam pasal 30 ayat (1) yang mengamanatkan bahwa, 'Tiap- tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara'. Namun kenyataannya alih-alih membela negara, mereka justru lebih memilih bergabung bersama ISIS.

Kehilangan hak sebagai warga negara adalah konsekuensi penuh atas pilihan mereka untuk menjadi bagian dari ISIS. Maka dengan demikian, memulangkan mereka tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah NKRI. Jangankan bertanggungjawab, sekadar memikirkan bagaimana mereka selanjutnya saja sudah bukan menjadi beban negara yang penuh dengan keindahan alam dan kedamaian senyum penduduknya ini.

Saya Leni Rodiah sebagai Ketua Bidang Ideologi dan Pendidikan Dewan Pimpinan Nasional REPDEM PDI Perjuangan mendukung 100 % dan berdiri sepenuhnya bersama sikap bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia yang sangat tegas menolak permintaan atau ajakan agar memulangkan kembali Warga ISIS eks WNI ke pangkuan Bumi Pertiwi. MERDEKA....!!!

Leni Rodiah
Ketua Bidang Ideologi dan Pendidikan Dewan Pimpinan Nasional REPDEM PDI Perjuangan

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top