AKBP Shinto Dilitunh

Membangun Cybertroops Handal di Dunia Media Sosial

publicanews - berita politik & hukumKadivhumas Polri Irjen Moh Iqbal. (Foto: tribratanews.polri.go.id)
Oleh: AKBP Shinto Silitonga

Kadivhumas Polri Irjen Moh Iqbal pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2) menyampaikan bahwa media sangat berpengaruh membangun persepsi publik dan meminta media dapat menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Apa yang diberitakan media mainstream secara akurat, pasti sangat berpengaruh pada lintasan info di media sosial. Ketidakakuratan informasi pada pemberitaan media mainstream dapat diselesaikan dengan mekanisme hak jawab, sengketa informasi bahkan pendekatan hukum pidana. Bagaimana dengan lintasan info yang tidak sesuai fakta (hoax), ujaran kebencian (hatespeesch), provokasi isu SARA, deepfake, dan propaganda lainnya di dunia media sosial, apakah lintasan informasi sesat itu juga berpengaruh membangun persepsi publik?

Dalam era post truth saat ini, publik patut waspada pada upaya pihak tertentu memanfaatkan media sosial untuk memanipulasi opini publik dengan mempengaruhi ketertarikan emosional dan kepercayaan pribadi, meski mengabaikan fakta. Pada masa Pemilu 2019 lalu, propaganda sesat seperti di atas masif terjadi dan potensial berulang pada masa Pilkada 2020 ini. Post truth era terjadi global seperti saat Brexit Juni 2016 dan USA Election November 2016, sehingga perang terhadap propaganda sesat di media sosial menjadi masalah internasional untuk disolusikan.

Dalam teorinya, pihak yang ingin menyebarluaskan propaganda sesat tentu saja membutuhkan cybertroops atau pasukan siber yang masif dan handal di dunia sosial. Mereka tidak hanya mahir dalam mengoperasikan berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, Telegram dan media sosial lainnya, namun mereka juga mahir dalam memanipulasi fakta.

Tidak sedikit pihak tertentu itu bahkan mempekerjakan konsultan profesional yang bertugas hanya untuk membuat konten palsu, menyusun strategi penyebaran bahkan mempersiapkan argumentasi subjektif untuk mempertahankan kebohongan di depan publik. Seiring dengan kemajuan teknologi, cybertroops tidak lagi membutuhkan orang namun sudah digantikan oleh mesin yang mampu menyebarkan propaganda sesat itu dengan lebih luas dan cepat.

Menghadapi fenomena di media sosial tersebut, penting bagi Polri untuk fokus membangun cybertroops yang tangguh, yang dimulai dari personil di fungsi humas kepolisian, mulai dari tingkat Mabes hingga Polsek jajaran. Selanjutnya, personil humas kepolisian di tiap tingkatan harus mampu menggerakkan personil lain di luar fungsi humas untuk bergabung bersama cybertroops yang ada. Bayangkan, jika dalam perkembangannya, seluruh Bhayangkara Negara bisa digerakkan sebagai cybertroops Polri di media sosial? Pasti hasilnya menjadi sangat luar biasa.

Bagaimana jika cybertroops Polri berkembang dengan pelibatan keluarga besarnya di rumah, teman-teman personil baik di lingkungan tinggal, alumni ketika sekolah, komunitas yang interest dengan tugas kepolisian, relawan anti hoax, para pecinta media sosial yang santun dan pihak lain yang mempunyai semangat yang sama? Jawabannya pasti Wow..karena pelibatan orang-orang seperti ini pasti akan membuat kinerja cybertroops menjadi luar biasa. Cybertroops seperti ini jika diajak perang menghadapi propaganda sesat, pasti tidak akan gentar melawan canggihnya mesin penyebar konten dari pihak seberang.

Penulis patut bersyukur mendapatkan pengalaman menarik untuk membangun cybertroops Polres Gowa selama 23 bulan bekerja. Penulis bisa merasakan bagaimana perubahan personil dari kondisi awal yang sama sekali tidak pernah bermedsos, namun berhasil didorong membuat akun Facebook, Instagram dan Twitter dan mengoperasionalkannya untuk kepentingan yang positif meski umur sudah tergolong senior. Penulis juga ikut menjadi saksi perubahan Polres Gowa dari yang awalnya tidak diketahui oleh pengguna media sosial hingga akhirnya dikenal luas para netizen. Selamat mencoba....

AKBP Shinto Silitonga
Kassubag Opini Divhumas Polri

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top