Dedy Mawardi

Tak Ada Manfaatnya Memulangkan eks Kombatan ISIS dari Suriah

publicanews - berita politik & hukumPasutri bomber Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani. (Foto: istimewa)
Oleh: Dedy Mawardi

RULLIE Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh, suami-istri pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jolo Filipina merupakan deportan dari Turki pada Januari 2017. Ingat Dita Oepriarto membawa istrinya Puji Kuswati dan dua anak perempuan mereka yang berusia 12 dan 8 tahun membom Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta Pusat di Surabaya. Dita dan Puji adalah simpatisan ISIS.

Pasangan Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh infonya pernah mengenyam program 'deradikalisasi' pemerintah. Sedangkan satu keluarga pembom gereja dari Surabaya tidak memiliki riwayat perjalanan ke Suriah seperti Rullie dan Ulfah, tetapi keluarga ini simpatisan ISIS.

Apakah kedua peristiwa teror yang banyak merenggut jiwa manusia tak berdosa tersebut tidak dijadikan pertimbangan bagi siapa pun termasuk Menteri Agama yang punya niat untuk memulangkan 600 eks kombatan ISIS dari Suriah ke Indonesia dengan alasan kemanusiaan ?

Alasan kemanusiaan itu sangat tidak masuk akal sehat, menurut saya. Bagaimana bisa WNI yang ikut perang atas nama ISIS, yang menyebut negaranya antek thogut, mereka yang dengan pongahnya merobek-robek pasport Indonesia serta WNI yang ikut terlibat bersama tentara ISIS membunuh, menculik suku bangsa yang berbeda agama, perempuan dan anak di berbagai wilayah dunia khususnya di Suriah dan Iraq dianggap sebagai manusia yang masih memiliki sifat kemanusiaan ? Bahkan oleh dunia internasional sepakat mencap ISIS merupakan kelompok Pelanggar HAM kelas berat.

Di sini akal kemanusian bangsa Indonesia oleh pendapat dan asumsi yang enggak masuk akal dari mereka yang karena kesamaan agama dan kepentingan politik. Lebih tidak etis dan ngawur lagi jika ada yang berpendapat menyamakan pemulangan eks kombatan ISIS dengan WNI dari Wuhan. Come on... Pake akal sehat dong kalau banding-banding sesuatu itu.

Yang dari Wuhan itu karena virus penyakit, sedangkan yang dari Suriah itu kena virus ideologi yang sangat susah dipulihkan. Tuh... berkaca dari kasus Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh, suami-istri pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jolo Filipina atau teroris ISIS lain yang sudah pernah ikut program 'deradikalisasi' tetapi kembali menjadi teroris.

Sangat masuk akal jika rakyat Indonesia mendukung sikap Presiden Jokowi yang tegas mengatakan tidak dan menolak niat Menteri Agama serta menyayangkan sikap tidak tegas Menteri Pertahanan RI terkait rencana pemulangan 600 WNI eks kombatan ISIS dari Suriah ke Indonesia. Ingat ISIS itu tidak mengenal kemanusiaan.

Sebaiknya mereka yang setuju pemulangan eks kombatan ISIS, menteri agama dan menteri pertahanan melihat persoalan pemulangan WNI dari Suriah itu tidak dari kepentingan agama semata atau politik tetapi dari kepentingan masa depan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Jangan menambah beban generasi masa depan bangsa Indonesia dengan persoalan intoleransi, radikalisme dan terorisme karena kebijakan yang tidak bijak dan tidak masuk akal dari pemimpin dan elite politik saat ini. Urusan intoleransi dan radikalisme yang ada saat ini aja belum selesai, lah ini kok mau nambah beban lagi dengan pemulangan 600 WNI eks kombatan ISIS.

Dedy Mawardi
Sekjen Seknas Jokowi

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo10 Februari 2020 | 14:23:12

    sepakat kat kat.... manusia2 manuasia keji.

Back to Top