Migrant Care

Deportasi Yuli Tidak Adil dan Ancam Kebebasan WNI di Hongkong

publicanews - berita politik & hukumYuli Arista atau Yuli Riswati. (Foto: Istimewa)
Oleh: Wahyu Susilo

HARI ini, 2 Desember 2019, dengan menggunakan pesawat Cathay Pacific CX 779, Yuli Arista dideportasi otoritas Hong Kong menuju Surabaya. Yuli Arista dideportasi setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokumen keimigrasian dan menghadapi pengadilan yang memutuskan bahwa dia telah melakukan pelanggaran keimigrasian dengan status overstay dan tidak bisa menunjukkan bahwa dirinya memilik penjamin.

Dalam pengadilan, majikan Yuli Arista sebenarnya telah memberikan jaminan agar Yuli Arista bisa diperpanjang dokumennya, namun jaminan ini ditolak.

Motif pemeriksaan dokumen status keimigrasian Yuli Arista, diduga kuat karena aktivitas Yuli Arista yang sangat aktif melaporkan situasi demonstrasi di Hong Kong. Informasi-informasi yang diproduksi oleh Yuli Arista sangat bermanfaat bagi semua orang yang ingin mendapatkan informasi tangan pertama dari narasumber yang ada di lokasi ketimbang hanya informasi dan peringatan standar yang disampaikan oleh perwakilan Indonesia dalam hal ini KJRI Hong Kong.

Oleh otoritas Hong Kong, aktivitas citizen journalism Yuli Arista ini yang juga bergiat di dunia literasi serta media independent Migran Pos dianggap membahayakan. Situasi ini memperlihatkan bahwa ada ancaman terhadap kebebasan berekspresi bagi pekerja migran Indonesia (dan negara-negara lainnya) di Hong Kong dan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Kebebasan berekspresi, hak ingin tahu serta aktif dalam inisiatif agar Hong Kong tetap berlaku system politik demokrasi adalah hak bagi pekerja migran karena situasi politik demokrasilah yang menjamin pemenuhan hak-hak pekerja migran di Hong Kong.

Migrant CARE mengecam pemerintah Hong Kong yang mendeportasi Yuli Arista karena aktivitasnya terkait dengan penyebaran informasi-informasi mengenai situasi di Hong Kong.

Jakarta, 2 Desember 2019

Wahyu Susilo
Direktur Eksekutif Migrant CARE

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top