Pilkada 2020

Eks Calon Bupati Independen Gugat KPU Gunungkidul Rp 40 Miliar

publicanews - berita politik & hukumKelik Agung Nugroho saat mendaftar Pemilihan Bupati dan Wakil BUpati Gunungkidul 2020. (Foto: kabarhandayani.com)
PUBLICANEWS, Gunungkidul - Mantan bakal calon Bupati Gunungkidul 2020 jalur independen Kelik Agung Nugroho menggugat KPU Gunungkidul Rp 40 miliar. Kelik menduga ada pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku KPU dalam menangani Pilkada.

"Sehingga materi gugatannya terkait Perbuatan Melawan Hukum (PMH)," kata Kelik saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (6/6).

Nilai gugatan tersebut terdiri atas kerugian materiil Rp 5 miliar dan kerugian immateriil Rp 35 miliar saat maju dalam Pilkada Gunungkidul 2020.

"Akan saya gugat Rp 40 miliar totalnya. Dasar gugatan saya adalah putusan MA dan DKPP yang diabaikan KPU Gunungkidul, sehingga hak konstitusi saya hilang," ujarnya.

Kelik menjelaskan, dalam proses pencalonan bupati tahun lalu itu timbul berbagai polemik sehingga membuat dia bersengketa dengan KPU maupun Bawaslu.

Saat itu, ia mengadu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dalam putusannya DKPP menyatakan bahwa KPU Gunungkidul melanggar 3 pasal sekaligus.

Putusan DKPP RI Nomor 183 –PKE-DKPP/XI/2020 atas perkara pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, DKPP memutuskan bahwa ketua KPU Gunungkidul dan anggotanya dinyatakan melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

"Namun, yang paling berat pasal 17 huruf B yakni sampai menghilangkan hak konstitusi saya," Kelik menegaskan.

Ia juga mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Wonosari, Senin (31/5), atas PMH yang dilakukan KPU Gunungkidul. Menurutnya, bukan ranah DKPP menyatakan KPU melakukan PMH. Sidang perdana berlangsung pada Senin (7/5) besok.

Selain itu, Kelik juga menggugat pidana lima komisioner KPU Gunungkidul. Diketahui, Kelik merupakan calon bupati independen yang berpasangan dengan Yayuk Kristyawati. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top