Pilkada 2020

Selisih 8.127 Suara dalam Pilgub Kalsel, Denny Indrayana Gugat ke MK

publicanews - berita politik & hukumDenny Indrayana dalam keterangan mengenai penggalangan dana Rp 5 ribu pada Jumat (18/12) malam. (Foto: Instagram/@dennyindrayana99)
PUBLICANEWS, Banjarmasin - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menolak hasil rekapitulasi suara KPU Kalimantan Selatan. Ia akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami menolak penetapan itu, karena pada dasarnya atau seharusnya penetapan itu dilakukan dengan cara-cara yang jujur dan adil," ujar Denny dalam keterangannya di Banjarmasin, Kalsel, Jumat (18/12) malam.

Kemarin, hasil penghitungan suara telah diketok oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel. Suara terbanyak diraih pasangan petahana.

Denny yang berpasangan dengan Difriadi Derajat mengantongi 843.695 suara atau 49,76 persen. Sedangkan petahana Sahbirin Noor-Muhidin mendapatkan 851.822 suara atau 50,24 persen.

Perolehan suara kedua pasangan calon itu hanya selisih 8.127 suara. Dalam hal ini, selisih suara kedua pasangan kurang dari satu persen. Sementara total surat suara sah sebanyak 1.695.517.

Ketua KPU Kalsel Sarmuji mengatakan penetapan pemenang Pilkada Kalsel akan ditunda hingga ada keputusan MK, jika ada pihak yang ingin mengajukan sengketa pilkada Kalsel.

"Bagaimana putusan MK, apakah ditolak atau lakukan apa, akan kita laksanakan, selambatnya 5 hari sesudah putusan MK tersebut," ujat Sarmuji usai rapat pleno, Jumat (18/12).

Denny Indrayana menduga ada permainan dalam penghitungan suara Pilkada Kalsel 2020. Ia curiga, misalnya, dalam suatu TPS ada kemenangan 100 persen dari kubu petahana. Ia juga menduga sejumlah anggota KPPS melakukan hal yang tidak semestinya.

Guru Besar Ilmu Hukum UGM itu telah menyiapkan tim hukum untuk memenangkan gugatan di MK. Ia sudah berkoordinasi dengan sejumlah pengacara kondang, seperti mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

"Pengacara yang konfirmasi ke saya ada Bambang Widjojanto dan kawan-kawan serta ada juga mantan Jubir KPK," ia menambahkan.

Ia meyakini dengan bukti-bukti yang dimiliki akan mempunyai banyak argumentasi sehingga bisa memenangkan Pilkada Kalsel.

Denny pun menyerukan penggalangan dana Rp 5 ribu untuk melawan ketidakadilan dalam Pilkada 2020. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top