Pilkada 2020

Kampanye Virtual Kurang Diminati, Peserta Pilkada Harus Kreatif

publicanews - berita politik & hukumPaslon Pilwakot Manado Julyeta Runtuwene dan Harley Mangindaan mengawali kampanye perdananya secara virtual, 30 September 2020. (Foto: Subhan Sabu)
PUBLICANEWS, Manado - Tahapan kampanye virtual masih berlangsung, Bawaslu berharap peserta Pilkada 2020 melakukan inovasi dalam kampanye tersebut.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagia menilai kampanye seperti itu kurang diminati sehingga banyak masyarakat yang belum tahu visi, misi, dan program dari peserta pilkada.

"Inovasi bertujuan agar visi dan misi peserta pilkada sampai kepada para pemilih," kata Bagja dalam sebuah diskusi virtual di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, (14/11).

Bagja mengingatkan kegiatan rapat umum atau tatap muka dibatasi, hanya boleh maksimal 50 orang. Bawaslu juga melarang arak-arakan sampai 9 Desember 2020 nanti.

"Kami sarankan tetap utamakan kampanye daring. Untuk mengurangi penyebaran covid 19. Jangan sampai ada yang terkena Covid," ujarnya.

Bagja berharap mahasiswa terlibat dalam memberikan kontribusi untuk menjaga kehormatan penyelenggara pemilu. "Jangan sampai penyelenggara menjadi mesin pendukung paslon," ia menambahkan.

Berdasarkan laporan pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), tercatat 4.036 pengaduan di Manado. Sedangkan di Sulawesi Utara sebanyak 50 aduan. DKPP telah memberhentikan 70 orang. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top