Pilwakot Makassar

Eep Saefulloh Diputus Kontrak Erwin Aksa karena Meme Elektabilitas

publicanews - berita politik & hukumDeklarasi Appi-Rahman di Makassar. (Foto: dok. Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fattah memberi keterangan soal konflik dengan tim pemenangan cawalkot Makassar Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando. Kemarin, diberitakan Eep diusir dari Sulawesi Selatan.

Eep membenarkan melakukan kerja sama dalam bentuk 'pendampingan-terbatas' dengan Erwin Aksa selaku Ketua Tim Appi-Rahman. Kontrak kerja sama diteken pada 18 Agustus 2020 lalu.

"Jadi, kami tak pernah dan tak punya niat membantah soal adanya kerja sama dengan pihak EA (Erwin Aksa) dan/atau MA (Munafri Ariefuddin) dan/atau Appi-Rahman," kata Eep dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9).

Ada lima bentuk kerja yang harus dilaksanakan Eep bersama lembaga survei miliknya itu. Salah satunya adalah penyelenggaraan survei selama masa kerja pendampingan terbatas Agustus-Desember tersebut.

Persoalan muncul ketika Erwin mengirimkan hasil survei Profetik Institute yang memenangkan kandidat lainnya. Keponakan Jusuf Kalla itu, kata Eep, kemudian meminta PolMark untuk mengeluarkan hasil survei lama sebagai bantahan.

Namun, Eep menyarankan agar Erwin Aksa mengeluarkan hasil survei terbaru, namun saran itu tak diindahkan. "Pada pukul 10.39, pagi hari yang sama (Senin, 14/9), EA mengirimkan kepada saya meme publikasi hasil survei yang mencantumkan gambar profil saya, nama saya, dan PolMark Indonesia. Saya langsung menyatakan keberatan," ujar Eep.

Suami Sandrina Malakiano itu juga keberatan atas penyertaaan kata-kata jumawa dalam meme tersebut, yaitu penyebutan 'Konsultan politik ternama yang memenangkan Jokowi-Ahok dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjadi Gubernur Jakarta'.

"Saya sampaikan bahwa itu bukan cara saya. Saya memang keberatan. Terlebih-lebih, kemudian saya lihat ada pencantuman waktu survei dan data yang keliru/bermasalah," Eep menjelaskan.

Eep mendapati meme itu sudah beredar luas. Ia pun langsung mengklarifikasi kepada pers perihal meme yang menurutnya memuat keterangan waktu yang salah dan hasil survei yang keliru.

Atas klarifikasi tersebut Erwin Aksa keberatan dan langsung menyatakan pengakhiran hubungan dan rencana pengusiran tim PolMark dari Kota Makassar.

Soal pengusirannya ini Eep menegaskan baik Erwin Aksa maupun Tim Appi-Rahman tidak berhak untuk mengusir warga negara dari suatu wilayah NKRI.

Dalam meme infografis tersebut dicantumkan elektabilitas Appi-Rahman yaitu 31,7 persen mengungguli pasangan Danny-Fatma 26,8 persen, Ical-Fadli 14,4, dan Irman-Zunnun 3,4 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top