Tak Terima Dipecat, Komisioner KPU Evi Novida Datangi DKPP

publicanews - berita politik & hukumKomisioner KPU Evi Novida Ginting. (Foto: headtopics.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hari ini komisioner KPU Evi Novida Ginting mendatangi kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ia keberatan putusan DKPP memberhentikannya secara tetap dari jabatannya.

Evi menyampaikan surat keberatan dengan putusan bernomor 317-PKE-DKPP/X/2019 tanggal 18 Maret 2020.

"Saya akan menyerahkan surat keberatan kepada DKPP. Rencananya, langsung diserahkan," kata Evi kepada wartawan, Senin (23/3). 

Dalam putusan DKPP, Evi diberhentikan karena dinilai telah melakukan pelanggaran kode etik, yakni mengintervensi KPU Provinsi Kalimantan Barat dalam penetapan hasil perolehan suara dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Dalam sidang kode etik pada Rabu (18/3) itu DKPP juga menjatuhkan saksi peringatan keras terakhir kepada Teradu I Ketua KPU Arief Budiman, Teradu II anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi, Teradu IV Ilham Saputra, Teradu V Viryan, dan Teradu VI Hasyim Asy’ari.

Lalu, menjatuhkan sanksi peringatan kepada Teradu VIII Ketua merangkap anggota KPU Provinsi Kalbar Ramdan, Teradu IX Erwin Irawan, Teradu X Mujiyo, dan Teradu XI Zainab masing-masing selaku anggota KPU Kalbar terhitung sejak dibacakannya putusan.

Dalam hal ini pengadunya adalah Hendri Makaluasc, calon anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Sebelumnya Evi menyebut putusan tersebut berlebihan dan cacat hukum. Pasalnya putusan dibacakan dalam rapat pleno hanya beranggotakan empat anggota DKPP.

Oleh karena itu, Evi berencana untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam waktu dekat. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top