DKPP Pecat Komisioner KPU Evi Novida

publicanews - berita politik & hukumAnggota KPU Evi Novida Ginting Manik. (Foto: Humas KPU)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) dengan agenda pembacaan putusan terhadap sembilan perkara.

Dalam sidang tersebut, DKPP memecat dua penyelenggara pemilu, yaitu anggota KPU Evi Novida Ginting Manik dan anggota KPU Kabupaten Paniai Leo Keiya.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu VII Evi Novida Ginting Manik selaku anggota KPU RI sejak putusan ini dibacakan," kata Plt Ketua DKPP sekaligus Ketua Majelis Prof Muhammad di Ruang Sidang DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (18/3).

Evi merupakan teradu dalam perkara nomor 317-PKE-DKPP/X/2019, sedangkan Leo berstatus sebagai Teradu IV perkara nomor 309-PKE-DKPP/X/2019.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu IV Leo Keiya selaku anggota KPU Kabupaten Paniai," Muhammad menambahkan.

Selain itu, DKPP juga menjatuhkan sanksi pemberhentian dari jabatan ketua kepada Ketua KPU Kabupaten Paniai Petrus Nawipa.

DKPP berharap Presiden Jokowi menindaklanjuti putusan pemberhentian tetap terhadap Evi. "Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lambat 7 hari sejak putusan ini dibacakan," begitu bunyi putusan itu.

Kemudian DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir kepada Ketua KPU Arief Budiman, Teradu II Pramono Ubaid Tanthowi, Teradu IV Ilham Saputra, Teradu V Viryan Azis, dan Teradu VI Hasyim Asy’ari.

Sanksi peringatan juga diberikan kepada Teradu VIII Ramdan selaku Ketua merangkap Anggota KPU Provinsi Kalimantan Barat, Teradu IX Erwin Irawan, Teradu X Mujiyo, dan Teradu XI Zainab masing-masing selaku Anggota KPU Provinsi Kalimantan Barat.

"Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu VIII, Teradu IX, Teradu X, dan Teradu XI paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan," ujar ketua majelis.

Jumlah teradu dari sembilan perkara yang dibacakan putusan tersebut mencapai 66 orang, terdiri 37 orang dari jajaran KPU dan 29 orang dari jajaran Bawaslu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top