Pilkada 2020

Karena Corona, Pelanggar Pemilu Diperiksa Lewat Video Call

publicanews - berita politik & hukumPimpinan Bawaslu menggelar video conference perihal virus Corona jelang Pilkada 2020, Selasa (17/3). (Foto: Bawaslu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan pelanggaran Pilkada 2020 bisa dilakukan melalui video call apabila Covid-19 belum mereda.

Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengungkapkan, temuan maupun laporan yang diproses dengan terpaksa tidak bisa dilakukan secara langsung.

"Artinya ada pertemuan tatap muka sebagaimana memang tata cara dan mekanisme yang diatur dalam peraturan Bawaslu," kata Ratna dalam video conference di kantornya, Selasa (17/3).

Menurutnya, sesuai aturan itu, pemeriksaan dilakukan secara langsung kepada pihak pelapor, terlapor, dan saksi.

"Pihak pelapor, terlapor, maupun saksi juga harus menandatangani dokumen berita acara pemeriksaan," ujarnya.

Oleh karena itu Bawaslu memiliki solusi menggunakan fitur video call. "Larangan pembatasan keluar dari rumah, tentu harus dipikirkan cara lain seperti melalui VC (video call)," Ratna menjelaskan.

Meski begitu, usulan tersebut masih akan dibahas di rapat pleno Bawaslu agar dapat diterima sebagai mekanisme yang sah. Bila disetujui, usulan itu akan diatur dalan peraturan Bawaslu. 

Sementara Ketua Bawaslu Abhan meminta KPU melakukan pemetaan daerah yang seluruh tahapannya tidak bisa dilaksanakan.

"Itu penting karena hari-hari ini kita tengah memasuki tahapan-tahapan pemilihan, terutama tahapan mendesak tanggal 26 Maret verifikasi faktual dukungan calon perorangan," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top