Gelar Profesor untuk Megawati karena Kuasai Tacit Knowledge

publicanews - berita politik & hukumPresiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa di Jepang. (Foto: Dok. PDIP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dinilai menguasai tacit knowledge tentang ilmu pertahanan, khususnya bidang kepemimpinan strategis. Hal itu menjadi alasan Ketua Umum PDIP tersebut mendapat anugerah gelar profesor dari Universitas Pertahanan (Unhan).

"Tacit knowledge ini bila diajarkan dan dibukukan bisa menjadi explicit or empirical knowledge, yang sangat berguna bagi peradaban manusia," kata Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri dalam keterengan tertulisnya, Kamis (10/6).

Dikutip dari ilmuwan Nonaka dan Takeuchi (1995) tacit knowledge merupakan aset intelektual di dalam pikiran seseorang sesuai dengan pemahaman dan pengalaman orang itu sendiri, sehingga inilah yang membuat pengetahuan jenis ini unik dan khas.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menambahkan, Megawati dinilai telah memenuhi semua persyaratan akademis maupun administratif untuk diangkat sebagai profesor kehormatan di Unhan.

Politikus senior PDIP itu menjelaskan, penganugerahan profesor kehormatan ini diharapkan menjadi contoh teladan. Kiprah Megawati dapat menjadi motivasi bagi generasi muda. "Sehingga generasi muda menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa," katanya.

Menurut Dirjen Dikti Kemdikbud Ristek Nizam, gelar profesor kepada Megawati sudah melalui review Ditjen Dikti. Ia memastikan bahwa pemberian gelar sudah melewati kajian dan sudah disetujui Kemendikbudristek.

Sebelum gelar bergengsi di bidang pertahanan ini diberikan, Megawati menyampaikan makalah 18 halaman dengan judul Kepemimpinan Presiden Megawati pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004.

"Bukan (paper untuk sidang terbuka). Ini seperti mau masuk sebuah perusahaan lalu ditanya apa saja yang sudah dilakukan," Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan.

Megawati memaparkan apa yang dilakukan saat menjadi Presiden Indonesia, terutama kaitannya dalam menghadapi krisis multidimensi. Megawati mengistilahkan sebagai kepemimpinan transformasional.

"Kepemimpinan transformasional ini menjadi fondasi utama untuk memahami bagaimana Presiden Megawati Soekarnoputri berhasil membawa perubahan, melewati krisis multidmensi (yang mengancam gagalnya Indonesia sebagai sebuah bangsa), hingga mampu menghantar Indonesia pada era yang lebih stabil di masa selanjutnya," tulis Megawati dalam makalahnya untuk Unhan.

Gelar Profesor akan disematkan kepada Megawati pada Jumat besok. Ia akan menerima anuegarah gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Unhan.

Diketahui, Megawati pernah kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada 1965-1967 dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1971-1972. Namun, karena situasi politik pada awal Orde Baru membuat kuliah putri Proklamator Soekarno itu tidak menyelesaikan pendidikannya.

Meski demikian, Megawati telah menerima sejumlah gelar doktor kehormatan atau honoris causa (H.C) dari berbagai universitas baik dari dalam ataupun luar negeri. Berikut daftarnya:

1. Doktor Honoris Causa dari Universitas Waseda Tokyo, Jepang: September 2001

2. Doktor Honoris Causa bidang politik dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Rusia: 22 April 2003

3. Doktor Honoris Causa bidang politik dari Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel: 19 Oktober 2015

4. Doktor Honoris Causa bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Bandung: 25 Mei 2016

5. Doktor Honoris Causa bidang pendidikan politik dari Universitas Negeri Padang: 27 Sepember 2017

6. Doktor Honoris Causa bidang demokrasi ekonomi dari Mokpo National University, Korsel: 16 November 2017

7. Doktor Honoris Causa bidang politik dan pemerintahan dari IPDN: 8 Maret 2018

8. Doktor Honoris Causa bidang diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University, China: 5 November 2018

9. Doktor Honoris Causa bidang kemanusiaan dari Soka University, Tokyo: Januari 2020. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli11 Juni 2021 | 06:45:18

    Luar biasa bu mega yg sdh banyak ikut peran dlm negara ini.

    Semoga membawa rakyat indonesia adil makmur sejahtera ...

    Aamiin YRA

Back to Top