MAKI akan Ajukan Uji UU HAM untuk Pastikan Landasan Hukum Firli Bahuri

publicanews - berita politik & hukumBoyamin Saiman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) berencana mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan judicial review ini menyusul mangkirnya Ketua KPK Firli Bahuri dari panggilan Komnas HAM.

Alasan KPK tak penuhi panggilan Komnas HAM, ujar Boyamin, telah menimbulkan polemik di masyarakat pro dan kontra.

"Menguji efektivitas Komnas HAM dalam menjalankan tugas dan wewenangnya termasuk kewenangan memanggil seseorang untuk diklarifikasi atau didengar keterangannya terkait aduan dugaan pelanggaran HAM," ujar Boyamin Saiman dalam rilisnya, Kamis (10/6).

Menurutnya, pemanggilan Komnas HAM berlaku bagi semua Warga Negara Indonesia secara pribadi atau dari instansi pemerintah atau lembaga swasta tanpa kecuali. Oleh karena itu penolakan Firli sebagai bentuk imunitas atau kekebalan istimewa, sehingga hal ini perlu diatur khusus dalam Undang Undang HAM.

"Uji materi ini dimaksudkan memberikan landasan dasar yang kuat kepada Firli Bahuri dalam menolak panggilan Komnas HAM terkait TWK dengan alasan independensi KPK sehingga tidak bisa dipanggil Komnas HAM," kata Boyamin.

Jika uji materi ditolak maka semua orang termasuk Ketua KPK harus datang jika dipanggil Komnas HAM karena tidak ada manusia istimewa yang kebal dari proses di Komnas HAM.

Boyamin menyatakan uji materi ini diajukan secara serius, bukan bermaksud menyindir siapapun atau juga tidak bermaksud memberikan hak istimewa kepada Firli Bahuri.

"Jika uji materi ini dikabulkan maka menunjukkan Firli Bahuri Ketua KPK adalah orang istimewa sehingga perlu diberi kekebalan dari panggilan Komnas HAM. Namun jika ditolak, menunjukkan Firli Bahuri adalah WNI yang kedudukan sama di hadapan hukum dan pemerintahan sebagaimana amanat pasal 27 UUD 1945," Boyamin menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top