Koalisi Minta Jangan Berburuk Sangka kepada Jokowi Soal Bipang

publicanews - berita politik & hukumKomik tidak mudik Idul Fitri yang diunggah Presiden Joko Widodo di akun Instagram, Sabtu (8/5). (Foto: Instagram/jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai koalisi membela pidato Presiden Joko Widodo soal promosi bipang alias babi panggang Ambawang, khas Kalimantan Barat. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan agar masyarakat tidak berburuk sangka kepada Jokowi.

"Soal polemik penyebutan bipang Ambawang, jauhkan dulu dari buruk sangka kepada presiden Jokowi," kata Dasco dalam keterangannya, Sabtu (8/5).

Hal senada disampaikan Ketua DPP PKB Daniel Johan yang berlatar dapil Kalimantan Barat. "Presiden itu sedang semangat mengangkat produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat," katanya.

Ia pun menyinggung mengenai perayaan Lebaran yang berdekatan dengan peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang dirayakan umat Nasrani. Dengan demikian imbauan untuk membeli oleh-oleh secara daring tidak hanya tertuju kepada umat Islam.

"Kebetulan liburan mudik saat ini selain merayakan Idul Fitri juga bersamaan dengan merayakan kenaikan Isa Almasih, jadi dorongan presiden bukan ditujukan ke satu pihak tertentu tapi untuk semua pihak sesuai kebiasaan masing-masing secara relevan," katanya memberikan alasan.

Ia menekankan bahwa Jokowi hendak memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan ekonomi rakyat yang membawa berkah bagi berbagai lapisan masyarakat.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menambahkan catatatan bahwa Jokowi sekadar sebagai bintang iklan yang dibuat oleh Kementerian Perdagangan. "Jadi saya menduga Presiden hanya mengikuti narasi yang sudah dibuat oleh pihak pembuat iklan tersebut," katanya.

Dasco meminta Kemendag melakukan pendalaman atas materi promosi tersebut dan melakukan proses evaluasi.

Video promosi Jokowi soal bipang tersebut muncul dalam Video bertajuk '05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia' itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal yang dipublikasikan Kemendag pada Rabu (5/5).

"Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.

Mendag M Lutfi telah minta maaf atas video tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan dari Jokowi atas polemik yang riuh di media sosial tersebut. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah09 Mei 2021 | 19:50:50

    Banyak tukang goreng....laris deh issuenya.

Back to Top