Munarman Sebut Hanya Orang Tolol Tulis Nama di Paket Teror

publicanews - berita politik & hukumMunatman dalam acara Najwa Shihab di Trans7. (Foto: YouTube/matanajwa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekretaris Umum FPI yang telah dilarang Munarman mempertanyakan keanehan paket atas namanya yang ditemukan di warung makan di Depok, Jawa Barat. Kaleng dalam bungkusan paket itu ternyata berisi magasin laras panjang dan sejumlah butir peluru.

"Mbak Nana percaya enggak kalau peristiwa di Depok yang ada nama saya dan FPI diciptakan oleh saya? Tolol sekali saya kan kalau itu dilakukan oleh saya," ujar Munatman dalam acara 'Mata Najwa' yang diunggah di laman YouTube Mata Najwa, Kamis (8/4).

"Hanya orang tolol yang mau melakukan kejahatan dan meninggalkan jejak," ia menambahkan.

Menurutnya, tulisan yang ada di paket tersebut sama seperti tulisan di surat wasiat terduga teroris Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri.

Koordinator pengacara Rizieq Syihab itu menyebutkan peristiwa yang menyangkut pautkan FPI akhir-akhir ini merupakan permainan opini. Ia mencontohkan mengenai atribut FPI dengan sejumlah bom yang ditemukan di Condet, Jakarta Timur, sebagai upaya menyudutkan FPI.

Munarman juga membantah mengenal orang-orang yang ditangkap sebagai terduga teroris dalam kelompok Condet.

"Dia sendiri mengaku simpatisan. Artinya mereka bukan orang FPI. Dan FPI sudah tidak ada, sudah almarhum," katanya.

Mantan aktivis YLBHI itu juga menegaskan, sosok Husein Hasni yang ditangkap di Condet sudah diberhentikan sebagai Sekretaris Bidang Jihad FPI Jakarta Timur pada 2017 karena dinilai sok gagah-gagahan bak Rambo.

Sementara paket misterius atas nama Munarman, yang menggegerkan warga karena dicurigai sebagai bom ditemukan warga di dekat warung di Jalan Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat. Paket terbungkus plastik hitam dengan kertas putih bertuliskan 'FPI Munarman', pada Minggu (4/4) malam.

Tim Gegana Mabes Polri turun tangan dengan membawa barang tersebut. Hasil pemeriksaan ditemukan magasin dan peluru bekas dalam kaleng. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top