Jokowi: Pemerintah Dorong Moderasi Agama dan Tegas Tindak Intoleransi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo eembuka Munas IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia secara virtual, Rabu (7/4). (Foto: Instagram/jpkowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mendorong moderasi beragama. Ia menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama.

"Kita harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, ajaran yang ramah, toleransi, serta menjauhi sikap yang tertutup, eksklusif, dan pemerintah tidak akan membiarkan tumbuhnya sikap-sikap tidak toleran," kata Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Munas ke-IX LDII, Rabu (7/4).

Menurut Jokowi, pemerintah akan mengambil sikap tegas bagi kelompok dan masyarakat yang bersikap intoleran. Ia memandang penting moderasi agama yang mendukung persatuan Indonesia.

"Pemerintah akan bersikap tegas terhadap sikap intoleran. Oleh karena itu, organisasi keagamaan harus meningkatkan moderasi agama yang mendukung persatuan kita," Jokowi menjelaskan.

Organisasi keagamaan, kata Presiden, harus mengedepankan prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi, Pancasila, dan UUD 1945. Organisasi keagamaan harus memberi ruang kepada perbedaan keyakinan dan menghargai perbedaan tersebut.

"Harus memiliki prinsip anti kekerasan, menolak tindakan cara-cara kekerasan baik kekerasan fisik dan verbal, dan terakhir harus menghargai tradisi dan budaya lokal yang sangat bhineka," ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya ramah dan terbuka terhadap keberagaman tradisi yang merupakan warisan leluhur, ramah, dan terbuka terhadap seni lokal kita. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top