Survei Litbang Kompas

Elektabilitasnya Merosot Hingga Tinggal 3,4 Persen, Golkar Tidak Gentar

publicanews - berita politik & hukumKetua DPP Partai Golkar Ace Syadzily Hasan. (Foto: DPP Partai Golkar/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Elektabilitas Partai Golkar merosot di posisi ke-6 dengan tingkat keterpilihan 3,4 persen. Data tersebut merupakan hasil survei dari Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (22/2) kemarin.

Menanggapi survei tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Ace Syadzily Hasan mengatakan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Menjadi pelecut untuk menaikkan elektabilitas partai.

"Kami sama sekali tidak gentar. Kami terus bekerja yang terbaik untuk rakyat," ujar Ace kepada wartawan, Selasa (23/2).

Wakil Ketua Komisis VIII itu menjelaskan, hasil survei tersebut harus dibaca bahwa masih ada 47 responden yang belum menentukan pilihan. Jumlah yang menentukan sikap tergolong sangat tinggi.

Ace juga menyinggung sigi dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang juga dipublikasikan pada Senin kemarin. LSI menunjukkan elektabilitas Golkar di angka 10 persen. Jumlah itu menempatkan Golkar di urutan ketiga setelah Gerindra dengan 12,6 persen dan PDIP mencapai 24,5 persen.

Berdasar survei Litbang Kompas, terlihat elektabilitas partai Orde Baru ini. Pada survei menjelang Pemilu 2019, tingkat keterpilihan Golkar 12,31 persen, pada Oktber 2020 turun menjadi 7,7 persen. Pada Agustus 2020 turun lagi menjadi 5,9 persen. Kemudian pada Januari 2021 merosot tinggal 3,4 persen.

Berikut hasil survei elektabilitas parpol versi Litbang Kompas:

PDIP: 19,7 persen
Gerindra: 9,6 persen
PKB: 5,5 persen
PKS: 5,4 persen
Demokrat: 4,6 persen
Golkar: 3,4 persen
NasDem: 1,7 persen
PAN: 0,8 persen
Perindo: 0,6 persen
PPP: 0,5 persen
Berkarya: 0,4 persen
Hanura: 0,2 persen
PSI: 0,2 persen
Garuda: 0,1 persen
PBB: 0,0 persen
PKPI: 0,0 persen
Tidak tahu/rahasia/golput: 47,3 persen.

Survei Litbang Kompas diselenggarakan pada 27 Desember 2020-9 Januari 2021. Jumlah responden 2.000 yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,83 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top