Vaksin Nusantara Dipuji Dahlan Iskan, Disoal Epidemiolog UI

publicanews - berita politik & hukumMantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Vaksin antivirus corona yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengundang perdebatan publik. Vaksin berbasis sel dendritik itu akan memasuki uji klinis tahap 2.

Epidemiolog UI Pandu Riono mengatakan, riset vaksin tersebut bermasalah sejak awal. "Hanya karena Terawan dengan menggunakan wewenangnya sebagai Menkes, memaksa harus dilakukan," ujar Pandu di akun Twitternya, @drpriono1, Jumat (19/2).

Pandu menjelaskan, berdasar cerita yang beredar di Kemenkes, bila tidak setuju maka pejabat tersebut akan disingkirkan. "Apakah ada persetujuan dari BPOM untuk melaksanakan uji fase 1?" ia mempertanyakan.

Kepala Subdirektorat Penilaian Uji Klinik dan Pemasukan Khusus BPOM Siti Asfijah Abdoella telah menerima hasil uji klinis fase 1 Vaksin Nusantara (vaknus) tersebut. Uji klinis fase 2 bisa dilakukan apabila kriteria fase 1 terpenuhi, terutama terkait keamanan, khasiat, dan mutu produk farmasi. "Harus dipastikan uji klinis 1 memenuhi persyaratan dan ketentuan," katanya.

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji prakarsa Terawan dalam mengembangkan vaksin tersebut. Ia menyebutkan Vaknus sudah bisa disuntikan pada Mei mendatang. Dengan nada promosi, Dahlan menyebutkan Vaknus cukup disuntikan sekali untuk seumur hidup. Kemudian tidak mensyaratkan penyimpanan menggunakan suhu dingin seperti vaksin yang lain.

Dahlan mengenal pemilik pabrik yang akan memproduksi Vaknus tersebut, yaitu mertua dari Haryono Winarta alias Liu Ming Ming. Haryono merupakan sahabat Erick Thohir, Sandiaga Uno, Mohamad Luthfi, dan Rosan Roeslani saat studi di Amerika Serikat.

Dalam uji klinis tahap II yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat, Dahlan Iskan bahkan sudah mendaftarkan diri. Pada uji tahap ini juga akan divaksinasi Terawan dan pengusaha nasional Tommy Winata. (feh)

Berita Terkait

Komentar(3)

Login
  1. Muhardi Karijanto @hardidja21 Februari 2021 | 21:25:56

    Bravo TERAWAN, ini adalah persembahan kedua yg fenomenal dari anda untuk bangsa Indonesia yg pertama metode brain wash untuk menyembuhkan stroke. Sayangnya Komli dan PB IDI tidak bersahabat dengan anda, sehingga metode brain wash tersebut dipatenkan di Jerman dengan nama Terawan Theory.

    Semoga persembahan yg kedua ini akan lebih mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia karena merupakan satu-satunya vaksin Covid-19 di dunia yg menggunakan sel denditrik sehingga mampu memberi kekebalan seluler yg bertahan seumur hidup

  2. Anak Gaul @gakasikah19 Februari 2021 | 21:52:28

    Silakan silakan.... sapa tau mujarab. Luntur tidak ditanggung 🤣

  3. Mang Oded @supirpantura19 Februari 2021 | 17:18:34

    Wah...kalo sampe tommy winata aja mau, mungkin vaksin ini memang sesuai dengan yg diberitakan.

Back to Top