Roy Suryo Kritik Ngabalin yang Unggah Foto 'Editan' Sriwijaya Air Jatuh

publicanews - berita politik & hukumUnggahan Ali Ngabalin yang kemudian dihapus, Minggu (10/1). (Foto: Twitter/@KRMTRoySuryo2)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin akhirnya menghapus unggahan foto posisi pesawat Sri Wijaya Air SJ-182 yang menukik jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Diduga foto tersebut adalah editan.

"Teman yg baik hati cuitan saya sebelumnya adalah do'a&keprihatinan atas musibah jatuhnya pesawat sriwijaya air," Ali Ngabalin mencuit lewat akun Twitternya, @AliNgabalinNew, Senin (11/1).

Politikus Partai Golkar itu pun meminta maaf atas unggahannya tersebut "Saya tdk ada niat apapun utk menyebarkan sesuatu yg salah, maafkan saya & agar tdk menimbukan presepsi salah yg berkepanjangan di ruang publik maka dgn ini saya hapus🙏," Ngabalin menejelaskan.

Meski sudah dihapus, banyak warganet yang telah menangkap layar unggahan Ngabalin. Mereka menyoal foto pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut sebelum menghunjam ke laut.

Ahli telematika dan multimedia Roy Suryo ikut mengomentari unggahan foto Ngabalin. Ia menduga foto tersebut sebagai editan.

"Karena jika analisis Kec "Jatuh" SJ-182 +/- 555,457 Km/Jam,
Maka Foto sejelas tsb hanya dpt dibuat dgn Kamera (DSLR?) shutter diatas 1/125 dtk & Diafragma f/16 atau lebih, bukan HP,"
mantan Menpora itu mencuit pagi ini di akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2.

"Semoga hal ini jadi Pelajaran berharga bagi kita, Sekalilagi JANGAN SEBAR HOAX DITENGAH MUSIBAH," kata Roy sambil menautkan ke @kemkominfo @CCICPolri @DivHumas_Polri.

Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1). Pesawat hilang kontak 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, pukul 14.36 WIB.

Pesawat berpenumpang 50 orang dan 12 kru tersebut diketahui jatuh di sekitar perairan Pulau Laki dan Pula Lancang. Basarnas dan TNI telah menemukan sejumlah serpihan pesawat dan korban. Setidaknya 53 kapal dengan 2.600 personil dikerahkan untuk melakukan evakuasi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top