Imparsial: Mencopot Baliho Rizieq, TNI Langgar UU

publicanews - berita politik & hukumAnggota TNI tengah mencopot baliho bergambar Rizieq Syihab. (Foto: pikiran-rakyat.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Imparsial mengingatkan TNI tidak berhak mencopot dan menurunkan baliho Imam Besar FPI Rizieq Syihab di sejumlah titik di Jakarta. Pengamat militer dari Imparsial Hussein menegaskan, tugas TNI sudah jelas, sebagai alat pertahanan negara untuk menghadapi ancaman perang dari luar.

"TNI adalah alat pertahanan negara yang diatur, diorganisir, dibiayai, dididik, dan dilatih untuk menghadapi ancaman perang dari luar," kata Hussein kepada wartawan, Sabtu (21/11).

Menurutnya, pelibatan TNI dalam urusan dalam negeri sifatnya perbantuan kepada polisi dan ketika situasi ancaman sudah tidak bisa ditangani lagi oleh kepolisian.

"Oleh karena itu penurunan baliho oleh TNI itu berlebihan dan melanggar UU TNI," ujarnya.

Hussein menjelaskan, otoritas yang menangani pelanggaran izin maupun penurunan baliho sesuai aturan yakni Satpol PP Pemprov DKI yang berkoordinasi dengan kepolisian.

Ia menjelaskan, TNI belum bisa bertindak kalau tidak ada keputusan politik negara. Sesuai UU TNI, pasal 7 ayat (2) dan ayat (3), pelibatan TNI dalam operasi militer selain perang hanya mungkin dilakukan jika sudah ada keputusan politik negara.

"Dalam kerangka menjaga keamanan dalam negeri pelibatan TNI sifatnya adalah perbantuan kepada Kepolisian. Sehingga TNI tidak bisa bergerak sendiri harus tetap dalam kerangka perbantuan ke polisi," Hussein menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah21 November 2020 | 21:50:30

    Nah, pada nyaho kagak.... kemunduran bukan?

Back to Top