Kontroversi TNI Turunkan Baliho FPI, Tugas Lain Selain Perang?

publicanews - berita politik & hukumPencopotan baliho Rizieq Syihab di Jakarta. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman membenarkan telah memerintahkan anak buahnya mencopot baliho FPI. Turun tangannya TNI dalam pembongkaran baliho tersebut menuai kontroversi.

Anggota Komisi DPR Willy Aditya mengatakan, pencopotan baliho oleh militer bukan hal yang ideal. "Menurut saya, ini kondisi yang tidak ideal," ujar Willy kepada wartawan, Jumat (20/11).

Ia menegaskan bahwa aspek keamanan lingkungan merupakan domain aparat keamanan, bukan pertahanan. "Urusan kriminal, itu urusan polisi. Soal baliho, itu urusan Satpol PP. Jadi mestinya, dalam hal ini Satpol PP yang melakukan itu," katanya.

Pernyataan tersebut senada dengan cuitan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. "Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan n tupoksi TNI," ujar anggota Komisi I DPR itu lewat akun Twitter @fadlizon, Jumat.

"Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg ‘dwifungsi ABRI’ imbangi ‘dwifungsi polisi’,” ia menyindir.

Namun, menurut Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian, aksi prajurit TNI menurunkan baliho itu sesuai dengan tugas yang diatur dalam UU TNI.

"Salah satu operasi militer selain perang adalah membantu tugas pemerintah di daerah," Donny menjelaskan.

Ia merujuk Pasal 7 dalam UU Nomor 34 tentang TNI. Dalam butir ke kesepuluh disebutkan: 'membantu tugas pemerintah di daerah'.

Dukungan atas sikap Pangdam disampaikan Ketua DPP Golkar Dave Laksono. Menurutnya, Pangdam menegakkan aturan undang-undang. "Justru ini menegakkan aturan UU, jadi tidak ada yang dilanggar," ia menegaskan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tiap aparat memiliki kewenangan sesuai tugas masing-masing. Namun, ia tidak memastikan apakah TNI memiliki kewenangan menurunkan baliho.

"Jadi, Jakarta ini harus dijaga indah. Jangankan baliho, bendera, atau spanduk, reklame saja yang besar yang kuat, kalau ditemukan tidak sesuai dengan peruntukannya, pasti diturunkan," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, siang ini.

Pencopotan baliho dengan pelibatan TNI dan Polisi sebenarnya sudah kerap terjadi. Demikian disampaikan Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin. Ia menjelaskan bahwa idealnya pencopotan baliho dilakukan pemasang, tetapi jika tidak copot maka akan diturunkan tim gabungan yang melibatkan aparat keamanan TNI-Polri.

Jadi tidak ada yang baru. Mungkin yang nyaring kemudian adalah tantangan jenderal bintang dua Dudung karena FPI dianggap pasang spanduk seolah tanpa aturan, tidak bayar pajak lagi.

"Kalau perlu FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," kata Dudung saat gelar 1.500 pasukan di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/11) pagi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top