Eks Terpidana Kasus Munir, Pollycarpus Meninggal Positif Covid-19

publicanews - berita politik & hukumPollycarpus Budihari Prijanto melambaikan tangan ke arah wartawan saat keluar meninggalkan Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung Jawa Barat, Sabtu (29/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pollycarpus Budihari Prijanto meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat terinfeksi virus Corona. Ia menjalanai 16 hari pengobatan di RS Pertamina, Jakarta.

Eks pengacara Pollycarpus, Wirawan Adnan, membenarkan kabar meninggalnya pada Sabtu (17/10). "Meninggal dunia jam 14.52 WIB," kata Wirawan, Sabtu sore.

Pollycarpus merupakan mantan pilot senior Garuda Indonesia yang dipidana 14 tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya pegiat HAM Munir Said Thalib pada 7 September 2004. Berdasar hasil investigasi Tim Pencari Fakta tertanggal 3 Maret 2005, Polly bersama Munir dalam penerbangan dengan tujuan Belanda. Namun Polly tidak dalam kapasitas sebagai pilot melainkan sebagai extra crew.

Saat pesawat transit di Bandara Changi, Singapura, Polly mengajak Munir singgah di Coffe Bean. Saat itu ia memesan dua minuman, salah satunya untuk Munir. Kopi itu kemudian diketahui telah dicampur racun arsenik. Polly kemudian kembali ke Jakarta, sedangkan Munir melanjutkan penerbangan ke Belanda.

Dua jam sebelum mendarat di Bandara Scipol, Amsterdam, Munir yang ikut mendirikan LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) mengalami muntah-muntah. Berdasarkan autopsi otoritas Belanda, Munir meninggal di atas langit Rumania. Di dalam tubuhnya terdapat 3,1 miligram arsenik.

Setelah menjalani masa tahanan 8 tahun, Pollycarpus mendapat pembebasan bersyarat pada 28 November 2014. Ia sempat dikabarkan bergabung dengan Partai Berkarya di bawah Ketua Umum Tommy Soeharto, tetapi ia membantah.

Pada 29 Agustus 2018 Polyycarpus mendapat pembebasan murni. Ia mengatakan kembali ke habitatnya bekerja di dunia penerbangan dengan mengurus perusahaan PT Gatari Air Service milik Tommy Soeharto. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top