Eks Menpan RB Syafruddin Raih Doktor HC dari UIN Bandung

publicanews - berita politik & hukumKomjen Syafruddin dalam pidatonya saat menerima gelar doktor kehormatan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Tawaf TV)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Komjen Pol Purn Syafruddin mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) melalui sidang terbuka di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Ketua Senat Akademik UIN Sunan Gunung Djati Nanat Fatah Natsir dalam sambutannya dalam sidang senat terbuka mengatakan, mantan Wakapolri itu mendapatkan gelar HC dari Fakultas Syari'ah dan Hukum. Tema orasi ilmiahnya adalah 'Transformasi Paradigma Hubungan Internasional Islam Menuju Tatanan Masyarakat Dunia yang Damai'.

Syafruddin merupakan orang ke-6 yang mendapatkan gelar doktor kehormatan dari UIN Sunan Gunung Djati. Nanat mengatakan merupakan suatu kehormatan gelar HC diberikan ketika UIN Sunan Gunung Djati dibawah kepemimpinan Syafruddin, meraih prestasi yang gemilang.

Alasan Syafruddin layak mendapatkan HC yakni karena tawaran pandangan atau gagasan pola hubungan internasional yang tidak sekadar berbasis pada pengetahuan konvensional Eropa atau Barat, melainkan berbasis pada paradigma pengetahuan lain yang terkandung dalam siasah dauliyah atau ilmu hubungan internasional Islam.

Melalui pengabdian dan pemikiran dari berbagai posisi strategis yang pernah diemban, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 April 1961 ini menawarkan gagasannya melalui karya-karya akademik dan karya nyata.

Dalam bukunya Paradigma Hubungan Internasional Islam, Syafruddin menyampaikan pandangan moderat antara paradigma yang terlalu materialistis dengan siasah dauliah. Syafruddin memandang hubungan internasional bukan sekedar penerapan taktik strategi melainkan pengedukasian nilai luhur agama dan budaya.

Kemudian dalam bukunya Politik Hukum Islam Indonesia, Syafruddin menawarkan gagasan bahwa bangsa Indonesia perlu mengokohkan pengamalan agamanya untuk membentuk jatidiri bangsa yang lebih terhormat di mata dunia internasional. Lalu dalam buku kebangsaan, Syafruddin mengatakan bahwa Indonesia dapat menjadi lokomotif peradaban dunia dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keindonesiaan, yaitu religius, gotong royong, dan cinta pada tanah air.

Dalam sambutannya Syafruddin mengatakan penganugerahan gelar doktor kehormatan ini diharapkan dapat mengukuhkan dan memperdalam cara pandang membangun peradaban, khususnya dalam konteks hubungan dunia internasional yang islami.

"Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan seluruh umat manusia akan terciptanya tatanan global untuk hidup berdampingan secara damai. Diperlukan upaya terobosan transformasi paradigma hubungan internasional yang mapan, menyeluruh dan berdasarkan pada nilai-nilai agama dalam hal ini Al Islam," ujar Syafruddin.

Hadir dalam acara ini Acara kehormatan ini, antara lain, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan para wakil ketua DPR dan MPR. Lalu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gran Syeh Al Azhar dan Rektor Universitas Al Azhar, dan sejumlah duta besar. (han)

Berita Terkait

Komentar(3)

Login
  1. Tukang Komen @pemberiKomentar15 Oktober 2020 | 20:41:52

    Selamat pak, semoga dapat terus mengabdi utk bangsa dan negara.

  2. WE_A @WandiAli15 Oktober 2020 | 20:04:47

    Selamat, dan bisa trus meningkatkan SDM mahasiswanya...

    Semoga diberkahi dan diridhoi Allah SWT.


    Aamiin YRA

  3. Arif K Wibisono @arifkwibisono15 Oktober 2020 | 17:36:27

    Selamat Pak. Terus memgabdi dengan ilmunya. 🙏

Back to Top