Relawan Vaksin Sinovac Terinfeksi Virus Corona, Ini Penjelasannya

publicanews - berita politik & hukumPetugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (6/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil membenarkan ada relawan uji klinis tahap III vaksin Sinovac yang terinfeksi virus corona. Relawan tersebut sudah mendapatkan suntik vaksin tahap pertama.

Kusnadi menduga relawan tersebut mendapat plasebo alias obat kosong. Ia menjelaskan, ada relawan yang disuntik obat kosong dan ada yang mendapat vaksin asal pabrikan Tiongkok itu.

"Relawan tidak tahu apakah dirinya diberi vaksin Corona betulan atau hanya diberi plasebo," kata Guru Besar Universitas Padjajaran itu dalam keterangan pers, Sabtu (12/9).

Hal itu terjadi karena uji klinis dilakukan dengan prinsip observer blind alias secara tersamar sehingga tidak diketahui mana yang mendapatkan plasebo dan vaksin Sinovac.

Oleh karena itu,ia menambahkan, seluruh relawan tetap diwajibkan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Apalagi kekebalan vaksin baru akan tercipta setelah dua pekan menjalani suntikan vaksin.

Para relawan akan dipantau kesehatannya selama enam bulan untuk kembali mendapatkan suntikan vaksin. Sedangkan kepada relawan yang terindikasi positif corona akan kembali mendapat suntikan vaksin setelah kondisinya negatif virus pandemi tersebut.

Relawan yang diketahui terjangkit corona setelah melakukan perjalanan ke Semarang, Jawa Tengah. Relawan yang tak disebutkan identitasnya itu sudah menjalani tes pertama suntik vaksin Sinovac. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. cin94 @cin9416 September 2020 | 18:54:28

    waduh semoga beneran obat kosong..

Back to Top