Periksa 11.783 Spesimen, Ditemukan 1.082 Pasien Baru Covid-19

publicanews - berita politik & hukumJuru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)
PUBLICANEWS, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto berdalih banyak laboratorium libur di akhir pekan kemarin sehingga pemeriksaan hanya 11.783 spesimen.

"Kita memaklumi bahwa di hari Sabtu dan Minggu kemarin ada 46 laboratorium yang tidak beroperasional karena memang libur hari kerja pada kelompok laboratorium itu," kata Yuri dalam jumpa pers dari Graha BNPB, Jakarta, Senin (29/6) sore.

Jumlah itu jauh dari target pemeriksaan 20 ribu spesimen seperti hari-hari sebelumnya. Meskipun jumlah spesimen berkurang tetapi hasil temun pasien positif terinfeksi virus corona tetap tinggi, yaitu 1.082 kasus.

Yuri menyampaikan total spesimen yang telah diperiksa sudah mencapai 782.283 spesimen. Sedangkan total kasus positif Covid-19 menjadi 55.092.

Hari ini, jumlah pasien sembuh bertambah 864 sehingga pasien yang sudah dinyatakan negatif corona mencapai 23.800 orang. Pasien yang meninggal bertambah 51 sehingga total menjadi 2.805 jiwa.

Menurut Dirjen P2P Kemenkes itu, terdapat 13 provinsi yang tidak melaporkan tambahan pasien baru. Kemudian lima provinsi mengalami peningkatan pasien tertinggi. Jawa Timur kembali mencatatkan jumlah tertinggi pasien corona yaitu 297 kasus.

Disusul Jawa Tengah 198 kasus, Sulawesi Selatan sebanyak 188 kasus, DKI Jakarta 125 kasus, dan Kalimantan Tengah 47 kasus.

Berikut tambahan pasien Covid-19 hingga Senin (29/6), pukul 12.00 WIB:

Bali: 30 kasus
Banten: 2 kasus
Bangka Belitung: 3 kasus
DKI Jakarta: 125 kasus
Jawa Barat: 45 kasus
Jawa Tengah: 198 kasus
Jawa Timur: 297 kasus
Kalimantan Timur: 7 kasus
Kalimantan Tengah: 47 kasus
Kalimantan Selatan: 39 kasus
Kalimantan Utara: 3
Kepulauan Riau: 2 kasus
Nusa Tenggara Barat: 14 kasus
Sumatera Selatan: 23 kasus
Sulawesi Utara: 25 kasus
Sumatera Utara: 13 kasus
Sulawesi Tenggara: 2 kasus
Sulawesi Selatan: 188 kasus
Riau: 2 kasus
Maluku: 15 kasus
Papua Barat: 1 kasus
Papua: 3 kasus. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top