BPIP: Pancasila Perpaduan Pemikiran Kelompok Agamis dan Nasionalis

publicanews - berita politik & hukumDeputi Bidang Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) FX Adji Samekto. (bpip.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Jianri) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) FX Adji Samekto menegaskan, Pancasila sebagai falsafah, dasar, dan ideologi negara sangat penting diarusutamakan dalam berbangsa dan bernegara.

"Secara historis, Pancasila merupakan warisan para pendiri bangsa yang pemikirannya merupakan perpaduan kelompok agamis dan nasionalis," kata Adji dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6).

Menurutnya, pengarusutamaan penting karena Pancasila memuat nilai-nilai yang bersumber dari pengalaman akal dan indera bangsa Indonesia berdasarkan relasi antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.

Penekanan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila lahir dari proses panjang sejak pidato Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945, lalu lahir Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Puncaknya adalah penuangan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.

"Kiranya Pancasila sudah selesai sebagai Dasar Negara, Pancasila dijabarkan dalam UUD 1945," ujar mantan Ketua Program S3 Universitas Diponegoro, Semarang, itu.

Adjie menjelaskan, penguatan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara tertuang dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, terutama Pasal 2.

"Semua peraturan perundang-undangan tidak boleh menyimpang dari Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia," ujarnya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top