Muhammadiyah Tiadakan Tarawih dan Hapus Puasa Bagi Tenaga Medis Corona

publicanews - berita politik & hukumUmat muslim melaksanakan salat tarawih pertama di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, 5 Mei 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyahlh menerbitkan edaran mengenai tuntunan ibadah Ramadhan dalam kondisi darurat COVID-19.

Surat edaran Nomor 02/EDR/I.0/E/2020 itu sebagai respon pandemi corona yang diperkirakan masih melanda di tengah bulan Ramadhan yang dimulai pada 24 April mendatang.

Bila wabah COVID-19 hingga Ramadhan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan, maka salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing. Takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala, dan sejenisnya.

"Kegiatan Ramadhan seperti ceramah, tadarus berjemaah, iktikaf, dan kegiatan berjamaah lainnya tidak perlu diadakan oleh pengurus masjid," begitu bunyi surat edaran, Rabu (1/4).

Kemudian, puasa Ramadhan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Tapi mereka wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.

Muhammadiyah menilai puasa boleh ditinggalkan bagi tenaga kesehatan, baik dokter atau perawat, yang sedang menangani pasien COVID-19.

"Demi kemaslahatan dan untuk menjaga stamina dan kondisi fisik yang prima, tenaga kesehatan dapat tidak berpuasa selama Ramadhan dengan ketentuan menggantinya di hari lain di luar Ramadhan," ujarnya.

Muhammadiyah juga membuat tuntunan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal. Sama seperti salat Jumat atau berjemaah di masjid, salat Idul Fitri bisa ditinggalkan di tengah wabah COVID-19. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo01 April 2020 | 17:21:43

    Ya Allah semoga covid 19 segera berakhir. Sedih rasanya kalo harus tarawih dirumah.

Back to Top