Istana: WNI eks ISIS Pulang Akan Dijerat UU Terorisme

publicanews - berita politik & hukumKepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Kantor Staf Pesiden (KSP) Moeldoko menegaskan, WNI eks kombatan ISIS sebagai stateless alias tak berkewarganegaraan. Menurutnya, pencabutan sebagai WNI tidak perlu melalui proses peradilan.

"Itu sudah sangat tegas dalam UU tentang kewarganegaraan. Ya karena mereka sendiri yang menyatakan sebagai stateless. Pembakaran paspor adalah suatu indikator," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/1).

Mantan Panglima TNI itu menambahkan, bila kombatan ISIS pulang maka akan ada langkah-langkah penegakan hukum sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

"Karena mereka ke sana (Suriah) dalam rangka gabung dengan ISIS, sebuah organisasi teroris, itu sudah masuk kategori," katanya.

Para jihadis Negara Islam di Suriah dan Irak itu akan dikenakan pasal dalam Undang-undang Terorisme.

"Begitu masuk, dikenali niatnya dari awal, perlakuannya akan seperti ini. Siapa yang sudah punya niat (menjadi kombatan ISIS) ini sudah bisa diadili," ujarnya.

Diketahui Pemerintah menolak pemulangan WNI eks ISIS yang diperkirakan berjumlah 689 orang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top