Tidak Ada Perpecahan di PDIP Dalam Kasus Harun Masiku

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Politisi PDIP Effendi Simbolon menegaskan partainya menyerahkan pada mekanisme hukum kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kasus ini menjerat koleganya separtai Harun Masiku dan anggota KPU Wahyu Setiawan.

Menurut Effendi, kasus Harun Masiku tidak serta merta membuat polemik di tubuh partai. Ia menegaskan PDIP tetap solid.

"Tidak ada perpecahan juga di PDIP. Jadi PDIP solid dan solid juga menghadapi masalah ini," ujar Effendi di Jakarta Pusat, Sabtu (8/2). "Dia (Harun Masiku) sebagai caleg, silakan saja hadapi masalah ini," ia menambahkan.

Menurutnya, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri juga tidak memberikan imbauan apapun soal keberadaan Harun yang masih buron. PDIP menyerahkan proses ini kepada penegak hukum.

"Yang penting sudah dilakukan proses hukum, iya kan. Aparat penegak hukumnya kepolisian, KPK, dan Kejaksaan, kita siap patuh kepada keputusan hukum," ujar Effendi.

Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar memuluskan proses PAW-nya sebagai anggota Dewan. Uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani, selaku orang kepercayaan Wahyu.

Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia. Bukan Harun Masiku.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top