Ketua MPR Usulkan Ambang Batas Parlemen 7 Persen

publicanews - berita politik & hukumKetua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Instagram/bambang.soesatyo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) mendekati angka 7 persen. Bamsoet, pangggilan politikus Partai Golkar itu, menanggapi hasil rekomendasi Rakernas PDIP yang mengusulkan PT di angka lima persen.

"Kalau saya akan mengusulkan kepada Golkar nanti perlu 7 persen untuk ambang batas Pemilu 2024 mendatang," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1).

Menurut Bamsoet, PT perlu meningkat dari dari waktu ke waktu untuk mencegah terjadinya ledakan partai yang melenggang ke Senayan.

Ia menilai banyak partai tidak efektif dalam rangka pengambilan keputusan. "Kalau PT 0 persen maka akan puluhan partai yang ada di parlemen ini, maka tidak efektif mencapai suatu keputusan untuk kepentingan rakyat juga," ujarnya.

Sebelumnya, PDIP merekomendasikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen dalam Pemilu 2024. Partai banteng itu meminta peberlakuan ambang batas berjenjang, yaitu 5 persen DPR RI, 4 persen DPRD Provinsi, dan 3 persen DPRD Kabupaten/Kota.

Dalam Pemilu 2019 lalu, ambang batas DPR RI di angka 4 persen. Artinya, setiap partai harus mendapatkan 5 juta suara agar bisa mendudukkan wakilnya di Senayan.

Akibatnya, Pemilu yang diikuti 16 parpol itu hanya 9 parpol yang lolos ke Senayan. Partai baru gagal bertarung. Perindo milik taipan Hary Tanoesoedibjo, misalnya, hanya memperoleh 3.738.820 (2,67 persen) di urutan ke 10.

Demikian pula Partai Berkarya milik Tommy Soeharto diurutan ke-11 dengan 2.929.495 (2,09 persen). PDIP sebagai pemenang meraih suara 27.053.961 (19,33 persen). Partai lama, PPP di urutan kesembilan dengan 6.323.147 (4,52 persen).(feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top