KPU Kirim Surat Pengunduran Diri Wahyu Setiawan ke Presiden

publicanews - berita politik & hukumAnggota KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1) dini hari. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisioner KPU sekaligus tersangka suap Wahyu Setiawan telah mengajukan surat pengunduran diri. Surat Wahyu pada Senin (13/1) pagi, langsung diserahkan KPU RI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tadi pagi, surat dari KPU ke Presiden tentang pengunduran diri Mas Wahyu Setiawan sudah diantar," kata Komisioner KPU RI Viryan Azis, Senin siang.

Wahyu dicokok penyidik KPK pada Rabu (8/1) saat bakal terbang ke Belitung. Wahyu yang mengawali karir sebagai Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara pada 2003-2008 itu diduga berusaha memuluskan caleg PDIP Harun Masuki untuk duduk di DPR dengan imbalan Rp 900 juta.

Selain Wahyu ikut ditangkap eks Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina. Kemudian Saeful Bahri yang disebut sebagai asisten Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Harun yang juga ditetapkan sebagai tersangka berada di Singapura. Kabag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Arvin Gumilang menyebutkan Harun meninggalkan Indonesia pada 6 Januari 2020 menuju Singapura.

Harun merupakan caleg DPR dari dapil I Sumatera Selatan. Dalam Pemilu 2019 ia menduduki posisi keenam dalam perolehan suara. Namun, DPP PDIP condong memilihnya untuk menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal pada Maret 2019. Posisi di DPR saat ini diduki Riezky Aprilia, DPP PDIP dikabarkan ingin menggesernya alias Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan Harun. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top