Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Cari Muka dan Jerumuskan Saya

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Facebook/@Jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan amandemen UUD 1945 hanya sebatas Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), tidak melebar ke masalah lainnya. Jokowi mengatakan ia merupakan produk pemilihan langsung sehingga menolak adanya perubahan dalam sistem pemilihan presiden.

"Kenyataannya seperti itu, kan. (Ada wacana) Presiden dipilih MPR, presiden 3 periode, presiden satu kali 8 tahun. Seperti yang saya sampaikan, (kalau begitu) lebih baik tidak usah amendemen," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Tanpa menyebutkan secara langsung pihak yang mengusulkan wacana perubahan masa jabatan presiden, Jokowi mengingatkan ada yang ingin mencari muka bahkan hendak menjerumuskannya lewat gagasan tersebut.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga (maknanya), satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan," ujar Kepala Negara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, ketimbang amandemen UUD yang melebar lebih baik fokus menghadapi tekanan-tekanan eksternal.

Wacana presiden tiga periode itu pernah disampikan Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Namun, Sekjen PPP ini mengatakan ia hanya mendengar masukan. Ia kemudian menyebut usulan datang dari Fraksi Nasdem. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca02 Desember 2019 | 16:46:58

    Benar pak, menjerumuskan dan ga punya otak, ga mengerti salah satu yg diperjuangkan saat reformasi.

Back to Top