Reuni 212 Tuntut Kepulangan Rizieq dan Kasus Sukmawati

publicanews - berita politik & hukumGubernur DKI Jakarta Anies baswedan dalam sambutan Reuni 212 di Monas, Senin (2/12). (Foto: Youtube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut menghadiri Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Di awal sambutannya ia menyebut peserta reuni sekaligus perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berjumlah ratusan ribu.

"Monas menjadi tempat di mana semua berkumpul, di mana di lapangan besar ini dikirimkan pesan bahwa jumlah bisa banyak ratusan ribu berkumpul dari seluruh penjuru. Ketika sampai di tempat ini pesan yang dikirimkan adalah semua hadir mengirimkan pesan damai, aman dan meneduhkan bagi semua," ujar Anies, Senin (2/12) pagi.

Saat menyebut jumlah ratusan ribu, kemudian ada yang meneriakkan jumlah peserta jutaan. "Jutaan jumlahnya ya, jutaan tuh katanya," ujar Anies memgoreksi.

Dalam pidatonya, Anies mengatakan Indonesia dikenal bukan karena keberagaman tetapi persatuan dalam keadilan. Ia menyebut keadilan dapat tercipta karena ada perlakuan yang sama dan kesetaraan.

"Inilah yang menjadi fokus perhatian kami di Jakarta, kami bukan hanya membangun infrastruktur fisik, justru kami ingin menegakkan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta," mantan Mendikbud menegaskan.

Rangkaian Reuni 212 sudah dimulai sejak dinihari tadi. Peserta mulai memadati Monas sejak Minggu malam. Mereka melakukan shalat tahajud bersama yang dipimpin Syeikh Ammar Alrafati sebagai imam.

Peserta kemudian mengadakan istighosah atau doa bersama dipimpin Abuya Qurtubi. Salah satu doanya yaitu meminta kepulangan Rizieq Syihab yang kini masih tertahan di Arab Saudi.

Menjelang pagi diadakan shalat subuh berjamaah dan berzikir. Tiga panggung penuh terisi, begitu pula di hamparan Monas peserta tertib menjalani seluruh rangkaian acara.

Panitia menyampaikan sejumlah isu dalam acara ini, mulai dari soal pencekalan pimpinan FPI Rizieq Syihab, tudingan kasus penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri, hingga kondisi masyarakat Muslim di Gaza, Palestina. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top