PA 212 Sesalkan Sanksi ASN Ikut Reuni Besok

publicanews - berita politik & hukumUmat muslim mengikuti Aksi Reuni 212 di Bundsran Hotel Indonesia, Jakarta, 2 Desember 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ancaman sanksi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti acara Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas) besok disesalkan Perhimpunan Alumni (PA) 212.

Juru Bicara PA 212 Haikal Hassan menilai pemerintah mengada-ada soal rencana pemberian sanksi tersebut. 

Pendakwah itu mengatakan, Indonesia saat ini bukanlah berstatus sebagai negara hukum. Ia menyebut telah menjadi negara kekuasaan. Para elitnya, ia menegaskan, bisa seenaknya mengatur hukum tanpa mengabaikan prinsip hak asasi manusia.

"Catat, siapa yg berkuasa di negeri ini, dia berhak mengatur sesuka hatinya, tak ada lagi hukum yang dapat memayungi ini semua," ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/12).

Pernyataan Haikal tersebut untuk menanggapi pernyataan Sekretaris Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB Mudzakir. Ia mengatakan àkan ada sanski bagi ASN yang bolos karena ikut Reuni Akbar 212.

Mudzakir mendasarkan pada PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS. Sanksi bisa berupa teguran lisan, penundaan kenaikan gaji, penurunan pangkat, hingga pemberhentian tidak hormat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top