Polri Bentuk Tim Investigasi Telusuri Desa Fiktif

publicanews - berita politik & hukumSalah satu desa yang dinilai fiktif yakni Desa Uepai, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kebenaran empat desa fiktif yang mendapatkan Dana Desa. Keempat desa tersebut berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini Mabes Polri berkoordinasi dengan Polda Sultra menelusuri 'desa hantu' tersebut.

"Dari Polda Sultra sudah membentuk tim, tentunya tim itu akan melakukan investigasi dulu berdasarkan fakta-fakta hukum yang ditemukan," ujar Dedi kepada wartawan di kantornya, Jumat (8/11).

Ia enggan memastikan ada atau tidaknya pelanggaran pidana di sana. Tim investigasi, ia menambahkan, saat ini masih bekerja mencari bukti. Apabila terindikasi pelanggaran maka akan ditingkatkan ke penyidikan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan kewenangan untuk pemerintah provinsi mengecek langsung perihal dana yang telah dianggarkan ke desa fiktif tersebut. Ia meminta Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam menindak pelaku desa fiktif itu.

"Kalau ada anggaran yang digunakan, padahal tidak ada desa, maka proses hukum. Tindak saja kalau memang fiktif," mantan Kapolri itu menegaskan.

Diketahui isu desa fiktif ini diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melaporkan evaluasi kinerja APBN 2019 di ruang rapat Komisi XI DPR, Senin (4/11) lalu. Sri menyebut muncul 'desa baru' karena Dana Desa.

"Sekarang muncul desa-desa baru yang enggak ada penduduknya karena adanya Dana Desa," kata Sri Mulyani.

Menurutnya kehadiran desa fiktif itu membuat Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat tidak tepat sasaran. Ia menganggap ada kerugian negara jumlah besar.

"Jadi kita akan lihat karena berdasarkan mekanisme seperti yang dikatakan tadi, sebetulnya ada mekanisme untuk pembentukan desa dan identifikasi siapa, pengurusnya dan lain lain," Sri menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top