Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Radikalisme Bukan Soal Pakaian

publicanews - berita politik & hukumWakil Presiden Ma'ruf Amin dan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam seminar Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) Ke-28 Polr, di The Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (8/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Seolah mengoreksi Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa radikalisme bukan soal cara berpakaian. Namun lebih pada cara berpikir, cara bersikap, perilaku, dan cara bertindak.

"Upaya yang harus kita lakukan, (ialah) meluruskan cara berpikir, sikap bertindak, dan gerakan-gerakannya. Perlu ada upaya intensif tentang kontraradikalisme dan deradikalisasi," kata Ma'ruf di hadapan peserta seminar Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) ke-28 Polri di The Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (8/11).

Kepada 64 perwira peserta Sespimti, Ma'ruf meminta Polri mencegah radikalisme di Indonesia. "Kita harus mencegah ada kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan, radikalisme, dan intoleran," Ketua Umum nonaktif MUI itu menambahkan.

Wapres juga mengingatkan soal ancaman khilafah. Namun, ia menyebut khilafah telah tertolak di Indonesia karena paham itu tidak bisa diterima. "Bukan ditolak tapi tertolak, kalau tertolak memang tak bisa masuk. Bukan karena Islami, (atau) tak Islami," Ma'ruf menjelaskan.

Menurutnya, perlu ada cara untuk menyamakan pemahaman Islam bagi masyarakat Indonesia. Khilafah, ia menambahkan, akan menyalahi kesepatakan Indonesia sebagai NKRI.

"Kalau jadi khilafah maka tidak NKRI lagi, negara kesatuan khilafah Indonesia," Ma'ruf mengingatkan.

Islam di Indonesia, ia menjelaskan, adalah Islam kaffah. Ada kesepakatan nasional seingga komitmen kebangsaan harus diperkuat.

Cara berpakaian dengan cadar dan celana cingkrang menjadi perbincangan masyarakat setelah Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan ada wacana melarangnya digunakan di lingkungan kantor pemerintah. Mantan Wakil Panglima TNI itu juga menyebutkan ukuran ketakwaan seseorang tidak tercermin dari busana yang dikenakan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top