Pria Kanada Tabrak Mati Satu Keluarga Pakistan Bermotif Anti-Islam

publicanews - berita politik & hukumWarga Ontario, Kanada, dari berbagai komunitas menghadiri pemakaman Salman Afzaal sekeluarga yang ditabrak dengan motif kebencian agama. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Ontario - Nathaniel Veltman (20) dituduh sengaja menabrak mati satu keluarga imigran Kanada asal Pakistan menggunakan mobil pikup atas dasar anti-Islam. Empat diantara mereka tewas dan satu bocah luka parah.

Dalam sidang pada Kamis (10/6), polisi menuduhnya melakukan pembunuhan berencana atas dasar kebencian terhadap agama. Veltman hadir secara virtual dari Penjara Elqin Middlesex, Ontario, Kanada, untuk mendengarkan dakwaan pada sidang putusan sela.

Serangan terhadap keluarga muslim ini terjadi pada Minggu (5/6) petang, di area parkir mal di London, Ontario. Veltman ditangkap tak jauh dari tempat kejadian, di dekat masjid tertua di Ontario.

Pemuda pendiam tersebut mengenakan rompi lapis baja dan helm. "Ia seperti siap perang," kata Kepala Polisi London Steve Williams, seperti ditulis laman stasiun televisi Canada Broadcasting Corporations (CBC), Kamis (10/6) malam.

"Untuk saat ini kami bisa mengatakan bahwa serangan tampak direncanakan dan bermuatan kebencian terhadap suatu kaum," Williams menambahkan.

Ia menolak menjelaskan detail kejadian. Williams meminta publik menunggu sidang pada Senin (14/6) nanti. "Kami harus melindungi informasi untuk memastikan bahwa proses pengadilan tidak ternoda oleh apapun yang kami lakukan atau katakan saat ini," ujarnya.

Korbannya adalah Salman Afzaal (46) sekeluarga. Ia bersama istrinya Madiha (44), putri mereka Yumna Salman (15) dan neneknya Talat Afzaal (74) meninggal di tempat. Sementara si bungsu Fayez (9) terluka parah. Keluarga ini pindah ke Kanada dari Pakistan pada 2007.

"Bagian depan pikup ringsek dan penuh darah," kata saksi Hassan Savehilaghi yang berada di TKP.

Perempuan Jurnalis Muslim Diancam Dibunuh Karena Kritik Islamofobia

Ketika polisi menyeretnya keluar mobil, 10 menit setelah kejadian, Veltman berteriak kepada sopir taksi yang merekamnya. "Dia seolah menikmati aksinya dan menganggap penting untuk direkam," Savehilaghi menambahkan.

Sehari setelah kejadian, Perdana Menteri Justin Trudeau menegaskan serangan tersebut sebagai terorisme. Ia berjanji akan menekan kelompok sayap kanan.

Ayah Veltman, Mark Veltman, terkejut dan ngeri dengan apa yang dilakukan anaknya. "Ini kejahatan yang tak terkatakan, tidak masuk akal," ujarnya. "Tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengungkapkan kesedihan mendalam saya kepada keluarga korban," imbuhnya.

Tidak banyak informasi mengenai Veltman, kecuali ia adalah pemuda pendiam yang bekerja paruh waktu di peternakan ayam petelur Gray Ridge di Strathroy. Tetangganya di apartemen di pusat kota London mengatakan sering mendengar Veltman main video game dengan volume tinggi sampai larut malam.

Serangan pada akhir pekan ini merupakan yang terparah terhadap muslim Kanada sejak seorang pria kulit putih menembak enam jamaah masjid di kota Quebec pada 2017.

Tidak ada catatan kriminal Veltman sebelumnya, ia juga tidak punya jejak digital di media sosial. Mike Arntfield, mantan perwira polisi London yang sekarang menjadi kriminolog di Universitas Western, mengatakan kasus ini tidak biasa karena pelaku pembunuhan yang dilandasi kebencian agama bisanya punya 'jejak kebencian secara online'.

"Orang ini adalah hantu," ujarnya. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top