Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Warga

publicanews - berita politik & hukumPresiden Prancis Emmanuel Macron (43) ditampar wajahnya oleh seorang pria saat berkunjung ke Tain-l'Hermitage, Prancis tenggara, Selasa (8/6) siang. (Foto: YouTube)
PUBLICANEWS, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron (43) ditampar wajahnya oleh seorang pria saat berkunjung ke kota kecil Tain-l'Hermitage, Prancis tenggara, Selasa (8/6). Ia terkejut sesaat sebelum pengawal memeluknya dan menjauhkannya darì massa.

"Montjoie! Saint Denis! A bas la Macronie," pria berkaus hijau dan bermasker itu berteriak sebelum menampar sang presiden, seperti ditulis laman france24, Selasa sore waktu setempat.

Penyerang menyeru Macron, yang bersiap kampanye pilpres tahun depan, untuk turun. Macron ke kota kecil itu untuk melihat sekolah kejuruan perhotelan dan restoran.

Penyiar BFM TV mengatakan dua orang ditahan oleh polisi. Setelah kedua orang yang tak disebutkan identitasnya ditangkap, Macron kembali mencoba berinteraksi dengan warga.

"Saya baik-baik saja. Kita harus menempatkan insiden ini, yang menurut saya terisolasi, dalam perspektif tertentu," katanya kepada harian Dauphine Libere.

Mantan bankir itu menegaskan tidak akan membiarkan sosok perusak masyarakat mendapatkan panggung. "Saya akan terus melanjutkannya. Tidak ada yang dapat menghalangi saya," ujar presiden termuda dalam sejarah Prancis itu --ia menjadi presiden saat berumur 39 tahun.

Jokowi Kecam Macron, Telah Lukai Perasaan Umat Islam

Perdana Menteri Jean Castex saat berbicara di Majelis Nasional, malam harinya, mengecam serangan terhadap Macron sebagai serangan terhadap demokrasi

“Demokrasi adalah tentang debat, dialog, konfrontasi ide, ekspresi ketidaksepakatan yang sah, tentu saja. Tetapi dalam kasus apa pun tidak boleh berupa kekerasan, serangan verbal, atau serangan fisik,” kata Castex.

Pemimpin sayap kanan Marine Le Pen yang menempatkan Macron sebagai musuh politik utamanya pun mencela agresi fisik tersebut. "Tidak dapat ditoleransi menarget presiden," katanya.

Di Prancis, pejabat publik dan politikus dikenal gemar bertemu warga, diistilahkan dengan 'crowd bath' atau mandi massa. Situasi ini rawan dimanfaatkan oleh orang-orang yang berbeda haluan politiknya.

Serangan di muka umum terhadap politikus di Prancis sudah sering terjadi. Pada 2018, anggota parlemen sayap kiri Éric Coquerel dilempar kue berlapis krim.

Presiden ke-23 Nicolas Sarkozy pernah ditarik jasnya saat 'mandi massa' pada 2011. Penggantinya, François Hollande, dihujani tepung beberapa bulan sebelum memenangkan pemilihan presiden pada 2012.

Macron berkunjung ke kota kecil itu sebagai bagian dari safari mempersiapkan kampanye Pilpres 2022. Media-media setempat menjulukinya sebagai 'Tour de France'. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top