China Bakal Alami 'Aib Nasional' Jika Teori Kebocoran Lab Wuhan Terbukti

publicanews - berita politik & hukumPeneliti di Laboratorium Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. (Foto: Pemerintah China/AP)
PUBLICANEWS, London - China akan menghadapi 'aib nasional' jika teori Covid-19 terbukti berawal dari bocornya laboratoroum di Wuhan. Temuan ini juga akan menjadi gempa politik yang bakal mengakhiri kekuasaan 70 tahun Partai Komunis.

Ahli China asal Inggris Jasper Martin Becker mengatakan, ia telah melakukan korespondensi intens dengan sejumlah pihak di Negeri Tirai Bambu. Ia menyarankan badan kesehatan dunia WHO untuk menyelidiki kembali teori kebocoran laboratorium Wuhan yang pernah menjadi perdebatan dunia pada Desember 2019.

Menurutnya, selama ini pemerintah China rapat-rapat menutup penyelidikan internasional karena jika terbukti akan menjadi gempa politik bagi Partai Komunis dan pemimpin Xi Jinping.

"Ini akan menjadi aib nasional dan mungkin akhir dari 70 tahun kekuasaan Partai Komunis China. Dan mengacaukan tatanan dunia," ujarnya, seperti dikutip media-media Inggris pada Senin (7/6) pagi.

Becker memahami Beijing tidak akan pernah mau menerima tanggung jawab sebagai 'pencipta' Covid-19. Melalui laman The Mail, kemarin, Becker menyerang para ilmuwan yang menolak teori bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan.

Sudah 14 Bulan Jurnalis Chen Qiushi Hilang Usai Laporkan Kondisi Wuhan

Selama ini 'teori laboratorium Wuhan' ditentang karena antipati dunia terhadap Presiden AS (saat itu) Donald Trump. “Para ilmuwan diberi pilihan antara mendukung Trump atau Partai Komunis China, sebagian besar ilmuwan secara terbuka berpihak pada China," kata Becker.

Dalam artikelnya, Becker juga menunjukkan sejarah eksperimen China pada hewan, yang melahirkan genetika yang bermutasi, dan kebocoran laboratorium negara itu sebelumnya.

Becker mengingatkan bahwa Tiongkok memiliki reputasi yang sembrono dengan mendorong, atau setidaknya menoleransi, semua jenis eksperimen yang tidak diizinkan di tempat lain di dunia. Para ilmuwan negara itu dikenal mengambil risiko berani dan tidak etis.

Teori tentang asal mula Covid yang dimulai di Institut Virologi Wuhan telah memecah belah para ilmuwan.

Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan The New York Times, para ilmuwan menyerukan penyelidikan independen dari tim ahli independen WHO. Namun China buru-buru menolak keras teori tersebut.

4 Orang Sudah Ditangkap Karena Laporkan Kondisi Wuhan Sesungguhnya

Terhadap rencana Presiden AS Joe Biden untuk merilis laporan intelijen tentang asal-usul virus pun tegas-tegas ditentang Beijing. Kementerian Luar Negeri China menuduh AS melakukan 'manipulasi politik dan pengalihan kesalahan'.

Sir Richard Dearlove, eks kepala badan intelijen Inggris MI6, mengatakan kepada The Daily Telegraph bahwa Beijing mungkin telah menghancurkan bukti-bukti kebocoran laboratorium Wuhan.

“Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi –tetapi banyak data mungkin telah dihancurkan atau dihilangkan sehingga akan sulit untuk membuktikan secara pasti kasus 'gain fungsi chimera' menjadi penyebab dari pandemi," ujarnya.

Hingga hari ini, WHO mencatat ada 173.421.236 kasus dan 3.729.776 kematian dunia akibat Covid-19. (ian)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. WE_A @WandiAli08 Juni 2021 | 07:44:35

    Nah loh, kena batunya.

    Berani berbuat berani tanggung jawab dong.q

  2. Cewek Kepo @ceweKepo08 Juni 2021 | 04:01:03

    Waduh... gawat dong??? Waspada aja adanya 😅

Back to Top