India

Bukan Karena Covid, Kami Mati Lantaran Tak Dapat Perawatan

publicanews - berita politik & hukumSuasana kremasi massal jenazah Covid-19 di Krematorium Gazipur Ghat, New Delhi, India, 23 April 2021. (Foto: Hindustan Times)
PUBLICANEWS, New Delhi - Savita Oberoi (61) bukan orang tak punya uang, sebagaimana ratusan juta orang India lainnya. Namun uang saja tidak cukup untuk mendapatkan ruang perawatan Covid-19.

Keluarganya sudah mendatangi 15 rumah sakit, tapi tidak menemukan tempat tidur atau oksigen tepat waktu. Akhirnya perempuan kelas menengah itu meninggal mengenaskan.

“Yang bisa saya katakan adalah bahwa orang India tidak sekarat karena Covid-19, mereka mati lantaran tidak mendapatkan perawatan tepat waktu. Ada perbedaan besar," kata Vandana Paliwal (38), putri Oberoi, kepada Aljazeera, Minggu (2/5).

Paliwal sudah kehilangan ayahnya, juga karena Covid-19, kini menyusul ibunya.

Terlepas dari status keuangan keluarga yang nyaman, Paliwal menceritakan bagaimana mereka harus berjuang untuk mendapatkan perawatan ibunya. "Bayangkan penderitaan orang miskin,” ia menambahkan.

Ada antrean panjang di mana-mana di negara berpenduduk hampir 1,4 miliar itu --di klinik, rumah sakit, laboratorium, dan toko obat. Paliwal tidak dapat menghubungi laboratorium agar ibunya bisa menjalani tes Covid.

"Meskipun Anda punya uang, tidak ada jaminan Anda akan mendapatkan pengobatan dan tetap hidup. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi birokrasi yang ruwet di India," ujarnya. “Inikah fungsi negara yang beradab?” ia menggugat.

Ia diberi tahu bahwa laboratorium kedodoran menangani permintaan ribuan pasien setiap hari. "Penundaan sistemik membunuh mereka," kata Paliwali.

Paliwal, seorang kepala sekolah, percaya bahwa sistem penanganan medis India telah runtuh total seperti 'rumah kartu' di bawah gelombang kedua virus Corona. Pasar gelap menjamur dalam semalam dengan obat-obatan dan tabung oksigen yang dijual 10 kali lipat dari harga normal.

Pada saat yang sama, kata Paliwal, politisi VIP dan pesohor mendapat 'perawatan karpet merah' dan dokter terbaik. "Hanya di India menjadi orang biasa adalah kesalahan," ujarnya, sengit.

Hari ini Kementerian Kesehatan India mencatat tambahan pasien baru Covid-19 sebanyak 392.488 orang. Total kasus menjadi 19.557.457. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. shes one the @siswandi03 Mei 2021 | 09:51:29

    Memang dilema, antara kesiapan dan kemampuan.

    Tidak bisa dislahkan secara sepihak, karena banyak faktor yg mempengaruhi.

    Itulah yg terjadi di negara India.

Back to Top