India Krisis Rumah Sakit Covid, Seorang Insinyur Dibiarkan Mati di Mobilnya

publicanews - berita politik & hukumPerempuan insinyur India meninggal di mobilnya di tempat parkir rumah sakit setelah 3 jam menunggu tidak dapat perawatan. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, New Delhi - Tiga jam menunggu tanpa perawatan, Jagriti Gupta (35) akhirnya meninggal di mobilnya. India benar-benar krisis ketersediaan kamar rumah sakit menyusul melonjaknya penderita Covid-19.

Gupta, seorang insinyur dan ibu dua anak, berlari turun dari mobilnya memohon kepada pihak RS GIMS milik pemerintah di Noida. Tapi bahkan kasurpun sudah tak tersedia, juga oksigen. Akhirnya ia kembali ke mobilnya dengan napas tersengal-sengal. Tiga jam kemudian ia meninggal sebelum tersentuh tenaga medis, Sabtu (1/5) pagi.

“Saya berdiri di sana saat pasien itu berlarian meminta bantuan. Tapi tidak ada yang mendengarkannya," kata seorang saksi kepada NDTV, Sabtu (1/5) petang.

India adalah negara pertama di dunia yang mencatat 400 ribu kasus Covid-19 dalam sehari. Pada Sabtu, terjadi rekor pasien harian 401.993 orang. Rekor kematian harian dilaporkan 4.331 orang.

Banyak orang berpendapat angka sebenarnya bisa sepuluh kali lebih tinggi dari angka resmi tersebut.

Tak heran jika Negeri Bollywood itu mengalami krisis ketersedian tempat tidur untuk pasien Covid. Dokter Sohil Makwana membagikan foto yang membuat terenyuh, pakaian APD-nya bersimbah keringat saking tak henti-hentinya menangani pasien.

"Kami benar-benar bekerja keras, jauh dari keluarga kami. Kadang-kadang jarak antar pasien hanya satu inci. Semuanya kritis dan harus segera ditangani," ia menggambarkan betapa bertumpuknya pasien.

Satu-satunya solusi bagi India untuk mengurangi penyebaran Covid-19 adalah vaksinasi. "Saya mohon pergilah untuk vaksinasi, ini satu-satunya solusi!" ujar Makwana.

Seperti jatuh lalu tertimpa tangga, di tengah krisis ruang perawatan, pada Jumat (30/4) malam RS spesialis perawatan Covid di Bharuch, Gujarat Barat, terbakar karena korsleting. Sedikitnya 16 pasien dan dua tenaga medis tewas.

India sedang berjuang untuk mengatasi krisis virus corona, yang telah menewaskan 211.853 orang dan menginfeksi lebih dari 19 juta orang. India merupakan negara dengan pasien tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Ironisnya, India adalah produsen vaksin Covid terbesar di dunia, tetapi masih berjuang untuk mendapatkan pasokan bagi 1,4 miliar penduduknya.

Sejumlah penduduk yang putus asa beralih ke dukun dengan metode pengobatan ditempeli besi panas untuk menyingkirkan mereka dari Covid. Dokter Ashita Rebecca Singh dari Negara Bagian Maharashtra mengatakan, banyak warga percaya Covid adalah titisan 'roh jahat'. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah02 Mei 2021 | 04:59:39

    Kasian amat ya. Perlu dibantu oleh negara internasional nih India.

Back to Top