Kazakhstan Suntik Kebiri 25 Pedofil, Sangat Sakit

publicanews - berita politik & hukumSeorang terpidana kejahatan seksual terhadap anak-anak Kazakhstan menjalani suntik kebiri. (Foto: Tengrinews)
PUBLICANEWS, Nursultan - Kazakhstan mengebiri 25 pedofil atau predator seks anak-anak dengan menjalani suntik kimia. Seorang pesakitan mengatakan tidak ingin lagi-lagi menjadi penjahat kelamin.

"Sangat sakit, saya nyaris tidak bisa berjalan," katanya, kepada laman berita setempat newsline.kz, Jumat (2/4). "Ini jenis musuh yang Anda tak ingin bertemu lagi dengannya," ia menambahkan.

Sepanjang tahun ini, jumlah predator anak-anak yang dikebiri di bekas negara Uni Sovyet itu meningkat menjadi 95 orang. Menurut Kementerian Kesehatan Kazakhstan, biaya suntik kimia per orang adalah 178 Pound per pedofil, atau sekitar Rp 3,5 juta.

Negara yang beribukota di Nursultan, dahulu Astana, itu menerapkan undang-undang baru yang keras terhadap pedofil sejak 2018. Terpidana akan menjalani suntik kebiri untuk menurunkan dorongan seksual mereka agar tak lagi memperkosa anak-anak.

Suntik Kebiri untuk Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual

Yerkinbek Alimebdov (41), terpidana pemerkosa dua siswi sekolah, menjadi orang pertama yang dijatuhi hukuman kebiri kimia pada 2019.

Pemerintah Kazakhstan percaya penerapan paksa kebiri kimia akan memangkas kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. "Jumlah pelanggaran seksual terhadap anak di bawah umur menurun sebesar 14,5 persen," ujar pejabat Kementerian Dalam Negeri Alexey Milyuk.

Beleid baru itu juga meningkatkan hukuman maksimal pelaku pedofilia dari 12 tahun menjadi penjara seumur hidup. Mereka ditempatkan di penjara dengan keamanan maksimum.

Kendati keras terhadap pelaku pedofilia, pemerintah Kazakhstan melarang menyebutkan identitas pelaku, bahkan setelah mereka bebas. Alasannya mereka memiliki istri dan anak-anak yang harus dilindungi. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top