Amerika Serikat

Loyalis Trump Serbu Gedung Capitol, 4 Orang Tewas

publicanews - berita politik & hukumPendukung pro-Trump menyerbu Gedung Capitol setelah rapat umum dengan Presiden Donald Trump pada 6 Januari 2021 di Washington DC. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Washington - Menjelang pelantikan presiden terpilih AS Joe Biden, situasi Amerika Serikat memanas. Massa loyalis Presiden Donald Trump di Gedung Capitol, Washingtong DC, pada Rabu waktu setempat menelan 4 orang korban meninggal dunia.

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington DC Robert Contee mengatakan, selain seorang wanita tertembak di dada, ada dua pria dan seorang wanita dewasa lainnya dilaporkan tewas. Namun, belum disebutkan penyebab ketiga orang tewas dalam insiden bentrok dengan aparat tersebut.

Polisi telah menahan 52 orang dalam aksi massa yang merusak dan bentrok sengit dengan polisi. Sebanyak 26 orang di antaranya ditangkap di Capitol Hill, kompleks parlemen AS. "Empat orang ditangkap karena membawa pistol," ujar Contee, seperti dilansir CNN, Kamis (7/1).

Otoritas Washington DC juga mengumumkan temuan dua buah bom pipa. Bom itu berhasil diamankan di markas Komisi Nasional Partai Demokrat (DNC) dan markas Komisi Nasional Partai Republik (RNC), yang berjarak hanya beberapa blok dari Capitol Hill.

Sementara itu, pengelola linimasa Twitter, Facebook, dan Instagram telah mengunci sementara akun yang dimiliki Presiden Donald Trump. Demikian pula YouTube menghapus pidato Trump terkait aksi unjuk rasa di Capitol.

Jebolnya Capitol

"Kami dikejutkan dengan kekerasan yang terjadi di Capitol hari ini. Kami memperlakukan kejadian ini sebagai keadaan darurat," tulis Facebook, Rabu.

Sementara itu, sidang pleno Kongres untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS kembali dimulai pasca serbuan massa.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan kekerasan tidak pernah menang. Ia menyebutkan sebagai hari yang kelam dalam sejarah Capitol Amerika Serikat. "Untuk Anda yang melakukan kekacauan di Gedung Capitol hari ini, Anda tidak menang," Pence menegaskan.

Menurut Ketua Senat Nancy Pelosi, serbuan massa itu sebagai serangan memalukan terhadap demokarasi. "Kejadian itu tidak boleh menggentarkan kita dari tanggung jawab untuk mengesahkan terpilihnya Joe Biden," katanya.

Pendukung pro-Trump menyerbu Capitol Hill setelah rapat umum dengan Presiden Donald Trump pada Rabu di Washington. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota negara hari ini untuk memprotes ratifikasi Presiden terpilih Joe Biden. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah07 Januari 2021 | 19:56:15

    Gara gara pak Trump nih. Jadi kayak di sini aja.

Back to Top