Amerika Serikat

Rambut Abu-abu Trump Jelang Akhir Jabatan

publicanews - berita politik & hukumPenampilan terbaru Presiden Trump dengan rambut warna abu-abu. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak lagi berambut pirang. Warnanya terkesan memudar menjadi abu-abu tanpa sisiran rapi seperti biasanya. Presiden 74 tahun itu tampak bergabung dalam aksi ‘One Million Maga’ di Washington DC, Sabtu lalu.

Ia melambaikan tangan dari dalam mobil antipeluru menuju ke lapangan golf seolah ingin kembali meyakinkan pendukungnya. Sejumlah pendukung berlarian mendekati mobil.

Trump masih terus meyakinkan pendukungnya bahwa terjadi kecurangan dalam penghitungan suara. Ia terus memompa semangat pendukung setianya melalui media sosial, sepertiTwitter.

"Dia dimenangkan oleh media-media palsu. Saya tidak akan menyerah. Jalan kita masih panjang, ini adalah pemilihan presiden yang dicurangi!" tulis Trump dalam akun Twitternya, seperti dikutip dari laman Indonesian Laterns, Minggu (15/11).

Kongres akan mengumumkan pemenang Pilpres pada 6 Januari mendatang. Pelantikan Presiden terpilih AS dijadwalkan 20 Januari. Hingga tanggal itu Trump masih presiden dengan segala kewenangannya, termasuk fasilitas.

Menunggu inagurasi presiden terpilih, ada tradisi proses transisi di mana tim presiden lama memberikan penjelasan resmi kepada tim Joe Biden. Tanpa terkecuali Ibu Negara Melania Trump yang menerangkan serba-serbi kepresidenan kepada calon ibu negara Dr. Jill Biden.

Namun, kepastian pelaksaan masa transisi masih samar. ‘’Ada indikasi presiden yang berkuasa tak punya niat atau kehendak untuk mengalihkan kekuasaannya setelah kalah dari pemilihan presiden,’’ kata mantan ketua Komisi Nasional Partai Republik AS Michael Steele.

Saat ini, sebenarnya perlakuan terhadap Joe Biden sudah mirip dengan Donald Trump. Termasuk dalam protokol pengamanan. Andai Trump tetap bertahan di Gedung Putih karena merasa sebagai pemenang ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Ketua Parlemen AS Nancy Pelocy bisa memerintahkan satuan pengawal kepresidenan dan Federal Marshal untuk meminta Donald Trump keluar dari Gedung Putih.

‘’Bila anda punya presiden yang merantai dirinya di kursi the Resolute Desk, maka presiden baru akan meminta para pengawal kepresidenan untuk masuk ke ruang Oval Room dan minta orang itu dikeluarkan dari sana,’’ kata Michael Steele.

Pilihan lain yaitu menarik seluruh fasilitas di Gedung Putih untuk Trump. Bahkan untuk membuat kopi pagi, Trump harus membuat sendiri, termasuk mencabut fasilitas listrik. Pencabutan seluruh fasilitas dan para pembantu di istana presiden akan membuatnya frustasi.

Bila itu terjadi, mungkin Trump akan keluar dari Gedung Putih dalam pakaian acak-acakan. Rambutnya tidak hanya abu-abu tetapi lepek karena bau keringat dan cat rambut yang meleleh. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top