Pilpres AS

Trump Kembali Muncul Saat Biden Tengah Susun Kabinet

publicanews - berita politik & hukumPresiden AS Donald Trump dan Melania bersama Wapres Mike Pence hadir pada peringatan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington, Rabu (11/11). (Foto: AP)
PUBLICANEWS, Washington - Presiden Donald Trump kembali muncul di depan publik setelah enam hari ia mengurung diri. Selama itu Trump hanya menyampaikan pesan publik melalui akun Twitter.

Trump bersama istrinya Melania dan Wakil Presiden Mike Pence hadir pada peringatan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington, Rabu (11/11). Namun, Trump tidak berbicara apa pun.

Wakil Sekretaris Pers Judd Deere mengatakan, Trump tetap menjalankan tugas kepresidenan sebagai prioritas dan berusaha keras agar pemilu bebas dan adil. Ia menegaskan Trump masih pada sikap semula menolak kemenangan rivalnya dari Partai Demokrat dalam pemilu.

Berbeda dengan Trump, Biden memperingati Hari Veteran di Korean War Memorial, Philadelphia.

Biden juga sudah mulai merancang kabinet. Pada tahap awal, ia mengumumkan calon Kepala Staf Gedung Putih adalah Ron Klain. Pria 59 tersebut dipilih karena merupakan orang paling dekat dengannya.

Dikutip dari Reuters, Kamis (12/11), Klain telah bekerja untuk Partai Demokrat sejak 1989. Saat Biden masih menjadi wapres pada pemerintahan Barack Obama, Klain sudah di sisi Biden. Ia terlibat dalam mengatasi krisis kesehatan Ebola pada 2014.

Klain diharapkan bisa menyelesaikan krisis pandemi Covid-19 di AS yang mencatat rekor tertinggi di dunia. Klian akan menjadi tokoh kunci bagi Biden dalam penyelesain krisis kesahatan.

“Ron sangat berharga bagi saya selama bertahun-tahun kami bekerja sama, termasuk saat kami menyelamatkan ekonomi Amerika dari salah satu kemerosotan terburuk dalam sejarah kami pada 2009 dan kemudian mengatasi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menakutkan pada 2014,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Klain ikut menentukan isi dari debat Pilpres untuk para capres dari Partai Demokrat, seperti Bill Clinton, Al Gore, John Kerry, Obama, dan Hillary Clinton. Dalam tim kampanye Biden, Klain menjabat sebagai penasihat senior.

“Merupakan kehormatan untuk melayani Presiden terpilih Biden. Saya tersanjung oleh kepercayaannya. Saya berharap dapat membantunya bersama Wakil Presiden terpilih mengumpulkan tim yang berbakat dan beragam untuk bekerja di Gedung Putih," ujar Klain.

Kabinet Biden-Kemala Haris akan diisi 15 menteri eksekutif. Dalam ketatanegaraan AS, para menteri harus dimintakan persetujuan Senat, yang saat ini dikuasai Partai Republik. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top