Pilpres AS

Trump Sembunyi, Belum Kibarkan Bendera Putih

publicanews - berita politik & hukumPresiden Donald Trump. (Foto: AP)
PUBLICANEWS, Washington - Presiden Donald Trump belum muncul di depan publik. Ia terkesan mengurung diri dari media dan para pendukungnya. Penampilan terakhir adalah ketika usai bermain golf pada Sabtu pekan lalu, sebelum perayaan kemenangan rivalnya dalam pilpres Joe Biden.

Kabarnya, Trump sibuk menelepon para pembantunya untuk menyelamatkan posisi kepresidenan. Namun, ia juga mulai mencopot pembantunya, seperti Menteri Pertahanan Mark. Pemberhentian ini sebagai bentuk hukuman kepada mereka yang dianggap tidak loyal.

Meski mengurung diri, Trump disebutkan dalam kondisi stabil. Ia sudah tenang menyikapi hasil Pilpres meski masih tetap belum menerima kekalahan. Trump tetap meminta opsi-opsi penyelesaian secara hukum meskipun sebagian besar menyebutkan jalan sudah tertutup.

Dikutip dari ABC News, Selasa (11/10) siang ini, para pembantu masih dengan hati-hati untuk menyampaikan kepada Trump agar menerima kenyataan bahwa ia telah kalah. Tidak ada yang mengehendaki Trump menabur perpecahan dengan menyuarakan klaim palsu bahwa presiden terpilih telah curang dan mencuri suara.

Sejumlah negara bagian telah menolak tuntutan kubu Trump agar menghitung ulang perolehan suara. Tim kampanye Trump meragukan efektivtas upaya hukum tersebut akan berpengaruh siginifikan pada hasil pemilu.

Menurut sumber, rencana pengajuan tuntutan hukum tetap akan dilakukan dengan membentuk tim hukum dan tim politik. Tim ini juga mulai melakukan penggalangan dana dengan mengirimkan email kepada para pendukung.

Sementara itu opsi mulai disuarakan manajer kampanye Bill Stepien, wakil manajer kampanye Justin Clark, dan penasihat senior Jason Miller dan David Bossie agar Trump lebih baik mempersiapkan diri dalam Pilpres 2024.

Di sisi lain banyak staf kampanye yang dibiarkan terombang-ambing mengenai status kontrak kerja mereka yang akan berakhir pada pekan ini. "Kami menghabiskan hari-hari terakhir kami menjawab panggilan iseng dan tidak tahu apakah kami akan memiliki pekerjaan minggu depan," kata salah satu anggota tim kampanye Trùmp.

Untuk memompa semangat, mereka menempel dinding kantor dengan tulisan provokatif berdasar kutipan dari The Washington Times edisi 2000. Isi tulisan tersebut berbunyi: "President Gore sebagai pengingat bahwa media tidak memilih presiden".

Namun, Washington Times menyatakan tidak pernah membuat topik berita tersebut. Hingga saat ini belum ada berita resmi mengenai kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih. Anggota Electoral College baru akan menghitung resmi perolehan pada medio Desember. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top